Wow, aku baru tahu postinganku yang berjudul “The Magician Bahasa Indonesia” jadi top post di blog ini dengan 215 views (sampai saat post ini ditulis) dan 10 komentar. Padahal isinya nggak penting” banget, cuma membahas tentang sedikit cerita The Magician, bahkan pembahasan tsb tidak bisa disebut review. Selain itu, wordpress juga mencatat bahwa top searches yang mengantarkan pengunjung ke blog ini adalah <”the magician” alchemist, novel alchemist versi indonesia, download alchemyst, ebook alchemyst, the alchemist by michael ebook indonesia download, sinopsis dari buku the alchemist (the secrets of the immortal nicholas flamel, novel alchemist versi indonesia, “the magician” alchemist, ebook gratis alchemist>. Maafkanlah aku karena kalian tertipu tag dari postingan tsb. Untuk itu, izinkalah saya untuk membuat review yang lebih “manusiawi” tentang The Magician, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #2, mengingat saya sudah membeli edisi Indonesia-nya tanggal 13 Maret kemarin.
———————————————————————————————
Judul: The Magician, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel
Penulis: Michael Scott
Penerjemah: Novia Stephani (FYI, The Alchemyst diterjemahkan oleh Berliani M. Nugrahani)
Ilustrator: Michael Wagner
Penerbit dan tahun terbit: Matahati, Maret 2009
Ketika Flamel, Scathach, Josh, dan Sophie masuk cermin yang merupakan gerbang ley di Ojai (ending The Alchemyst), mereka ter-transport ke Paris, kota masa muda Flamel. Mereka tepatnya berada di Katedral Notre-Dame. Kedatangan mereka di Paris disambut oleh manipulator Italia handal yang juga seorang immortal, Niccolo Machiaveli, yang membawa sepasukan polisi. Tidak kehilangan akal, Flamel meminta Sophie supaya menggunakan Magic of Air-nya untuk membuat brouillard–kabut–sehingga mereka bisa melarikan diri. Flamel kemudian menghubungi Witch of Endor di Ojai untuk meminta bantuan mengenai immortal yang memihak humani yang berada di Paris. Mereka dipertemukan dengan Comte de Saint Germain, seorang bintang rock dan alchemist yang dulunya adalah murid Flamel.
Machiavelli, yang telah gagal menangkap Flamel di Notre Dame, kemudian memburu Flamel di dekat Eiffel, tempat bertemunya Flamel dengan St. Germain. Terperangkap, Germain menggunakan auranya untuk memunculkan Ignis–api. Ia membuat semacam kembang api mengelilingi Eiffel seperti yang terjadi pada perayaan milenium di menara terkenal tsb untuk menarik massa.
Selanjutnya Flamel memisahkan diri dari rombongan untuk memecah perhatian para polisi Machiavelli. Karena kemampuannya yang telah melemah, Flamel berhasil tertangkap polisi suruhan Machiavelli. Terpojok, ia menggunakan salah satu ilmu alkemi yang ia miliki: transmutasi. Ia membuat mentransmutasi glukosa dan fruktosa untuk membuat gula dan menarik kawanan semut untuk menyerang para polisi tsb. Dan Flamel-pun lari menuju rumah lamanya.
Di Alcatraz, Perenelle sang Sorceress (kata Alchemyst, Magician, dan Sorceress dalam buku ini tidak diterjemahkan oleh Mbak Novia, karena kata-kata tersebut merujuk pada tokoh-tokoh utama dan menjadi judul di seri ini) ditawan dan dijaga oleh Sphinx, yang menyerap energi sihir manusia. Perenelle yang memiliki kemampuan melihat, bahkan berbicara kepada hantu, bertemu dengan hantu De Ayala, Sang Penemu Alcatraz. Atas permintaan Perenelle, De Ayala menakut-nakuti Sphinx yang memungkinkan Perenelle untuk kabur dan mengisi auranya. Namun, ketika hendak keluar dari Alcatraz, Perenelle mendapati berbagai macam makhluk menyeramkan terpenjara di Alcatraz. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan, “Apakah yang sedang direncanakan Dee?”
Josh, Sophie, dan Scathach dibawa St. Germain ke rumahnya yang ada di kawasan Champs-Elysees. Di sana Scathach dikejutkan dengan kehadiran muridnya dahulu, Joan of Arc, yang juga merupakan istri St. Germain. Di sisi lain, Flamel pulang ke rumahnya untuk mengambil pedang Clarent–kembaran Excalibur yang dimiliki Dee–dan kemudian kembali ke rumah Germain melalui penanda yang diberikan Germain. Sophie-pun belajar Magic of Fire dari St. Germain, sedangkan Josh belajar menggunakan pedang Clarent, yang diberikan oleh Flamel, dengan diajar oleh Joan of Arc. Selain itu, Flamel menyerahkan 2 lembar Codex yang terakhir kepada Josh.
Machiavelli dan Dee (yang telah datang dari Ojai), setelah gagal menangkap Flamel dkk, kemudian berencana menyerang rumah St. Germain. Namun Machiavelli masih punya satu rintangan: selama Scathach masih bersama Flamel dan si Kembar, mereka akan nyaris mustahil menangkap si Kembar. Maka, Machiavelli mendatangkan Valkyrie/Disir (dan juga makhluk komodo raksasa bernama Nidhogg) untuk menangkap Scathach.
Dan aksi kejar-kejaran pun terjadi, Disir merusak rumah St. Germain, Nidhogg berhasil menangkap Scathach, Josh berusaha menolong Scatty, Nidhogg membatu akibat sabetan Clarent, Dee dan Machiavelli berhasil menangkap Josh, Sophie dan Joan berusaha menolong Josh, dan akhirnya Dee membawa Josh ke katakombe Paris untuk dibangkitkan oleh Mars Ultor, Sang Dewa Perang, namun dengan konsekuensi yang harus ditanggungnya…
Belum lagi ditambah adanya homunculi dan tulpa (makhluk dari benda mati yang digerakkan sehingga menyerupai makhluk hidup dengan ilmu Necromancy), kehadiran Morrigan di Alcatraz untuk membunuh Perenelle, keberadaan Tetua Laba-laba di Alcatraz yang secara tidak sengaja ditemui Perenelle, kehadiran Dagon yang ingin balas dendam pada Scathach dengan menenggelamkannya di Sungai dan masih banyak lagi cerita unik lainnya, tentunya akan menambah seru cerita ini. Thriller sihir dan mitologi ini akan membuat para pembaca penasaran sampai akhir cerita dan ingin tahu lanjutannya lagi, lagi, dan lagi…
***
Bagi yang sudah membaca bukunya, silakan baca spoiler di bawah ini… Bagi yang belum it’s up to you, nggak ditanggung ya kalo kecewa… Baca entri selengkapnya »