C-18

Whoa, setelah menjalani pengaderan selama satu tahun, akhirnya tanggal 1 Juli 2009 kemarin, C-18 resmi dibentuk.

Udah Cuma mau bilang gitu aja, detailnya biarlah orang-orang yang bersangkutan saja yang tahu. (alasan!)

Di sini aku cuma mau mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para SC (Mas Fajri, Mas Jadid, Mas Irfan, Mbak Ratna, Mbak Anggun, Mbak Niken, Mas Wiwing, Mas Hanny, Mas Deden, Mas Sulaiman, Mbak Ariana, Mbak Cintaniati, Mas Arif, Mas Baskoro, Mas Yovie, Mas Tosa, Mas Scenda, Mas Hendri, Mas Fahru… Nah, aku yakin ada yang terlupa.. Beneran!)

Juga kepada para OC thanks a lot buat semuanya..

Buat teman-teman 2008 semuanya, kita akan selalu jadi saudara selamanya.

Dan.. untuk teman-teman C-18, ini hanya awal dari perjuangan kita. Ingat komitmen yang telah kita buat. Jika suatu saat nanti kita sudah sibuk masing-masing, ingatlah hari-hari penuh kebersamaan, saat kita adalah satu: satu tujuan, satu nasib, satu perjuangan. Semangat!!!

(PS: sebenarnya mau posting pas tanggal 1 Juli, tapi akhirnya molor sampai sekarang gara-gara alasan klasik)

Quick Post Gak Penting

Yaha.. udah lama nih gak ngeblog.. Nulis apa ya? (*garuk-garuk).

Quick Notes dari semester 2:

1. Secara akademis, semester 2 udah lewat yaitu dengan berakhirnya demo final project Praktikum Struktur Data 2009 dengan judul GPS Simulation and Java Information System. (Makasih Maulidan, Pambudi, Zen, dan temen2 2008)
2. Sampai artikel ini ditulis, aku baru mengantongi 2 nilai EE dan 1 nilai O untuk semester 2 ini.
3. Oh ya, buku koleksiku udah nambah, sekarang udah sekitar 25an. (6 diantaranya adalah hadiah dari Penerbit Matahati (Kuis Bababutis)). Dan sekarang aku lagi ngebet banget pengen baca The Sorceress.
4. Selama satu semester ini udah banyak kejadian yang terjadi di TC. Mulai dari pergantian komting 2008 (Hendrik), pemampatan jumlah 2008 yang ikut pengaderan, cinlok, cinta segitiga, cinta segiempat, cinta antar sesama (lho?), cinta antar angkatan, dan lain2.
5. Sampai saat ini yang namanya C-18 masih belum juga terbentuk.
6. Aku menemukan banyak teman “baru” di TC.
7. Disini aku juga ingin mengucapkan terima kasih buat beberapa teman yang telah membantuku secara akademis: Erli, Tirta, Satriya, dan Bowo (untuk FP Struktur Data yang –you know what I mean– thank you very much). Untuk Reza ‘Ndog’ (Makasih buat bantuan dan “pujian” selama 5 modul PSD. Aku berhutang banyak padamu ^_^v). Dan untuk semua 2008 dan senior yang gak bisa kusebutin satu per satu. I owe you a lot and thank you very much.
8. Juga buat Pak Wawan Sasono, terima kasih banyak atas bimbingannya dan terima kasih telah menyediakan “pelarian dari kuliah” yang menarik dan menyenangkan.

Au revoir!

The Magician and the Mystery Inside

Wow, aku baru tahu postinganku yang berjudul “The Magician Bahasa Indonesia” jadi top post di blog ini dengan 215 views (sampai saat post ini ditulis) dan 10 komentar. Padahal isinya nggak penting” banget, cuma membahas tentang sedikit cerita The Magician, bahkan pembahasan tsb tidak bisa disebut review. Selain itu, wordpress juga mencatat bahwa top searches yang mengantarkan pengunjung ke blog ini adalah <”the magician” alchemist, novel alchemist versi indonesia, download alchemyst, ebook alchemyst, the alchemist by michael ebook indonesia download,  sinopsis dari buku the alchemist (the secrets of the immortal nicholas flamel,  novel alchemist versi indonesia,  “the magician” alchemist,  ebook gratis alchemist>. Maafkanlah aku karena kalian tertipu tag dari postingan tsb. Untuk itu, izinkalah saya untuk membuat review yang lebih “manusiawi” tentang The Magician, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #2, mengingat saya sudah membeli edisi Indonesia-nya tanggal 13 Maret kemarin.
———————————————————————————————

Judul: The Magician, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel
Penulis: Michael Scott
Penerjemah: Novia Stephani (FYI, The Alchemyst diterjemahkan oleh Berliani M. Nugrahani)
Ilustrator: Michael Wagner
Penerbit dan tahun terbit: Matahati, Maret 2009

Ketika Flamel, Scathach, Josh, dan Sophie masuk cermin yang merupakan gerbang ley di Ojai (ending The Alchemyst), mereka ter-transport ke Paris, kota masa muda Flamel. Mereka tepatnya berada di Katedral Notre-Dame. Kedatangan mereka di Paris disambut oleh manipulator Italia handal yang juga seorang immortal, Niccolo Machiaveli, yang membawa sepasukan polisi. Tidak kehilangan akal, Flamel meminta Sophie supaya menggunakan Magic of Air-nya untuk membuat brouillard–kabut–sehingga mereka bisa melarikan diri. Flamel kemudian menghubungi Witch of Endor di Ojai untuk meminta bantuan mengenai immortal yang memihak humani yang berada di Paris. Mereka dipertemukan dengan Comte de Saint Germain, seorang bintang rock dan alchemist yang dulunya adalah murid Flamel.

Machiavelli, yang telah gagal menangkap Flamel di Notre Dame, kemudian memburu Flamel di dekat Eiffel, tempat bertemunya Flamel dengan St. Germain. Terperangkap, Germain menggunakan auranya untuk memunculkan Ignis–api. Ia membuat semacam kembang api mengelilingi Eiffel seperti yang terjadi pada perayaan milenium di menara terkenal tsb untuk menarik massa.

Selanjutnya Flamel memisahkan diri dari rombongan untuk memecah perhatian para polisi Machiavelli. Karena kemampuannya yang telah melemah, Flamel berhasil tertangkap polisi suruhan Machiavelli. Terpojok, ia menggunakan salah satu ilmu alkemi yang ia miliki: transmutasi. Ia membuat mentransmutasi glukosa dan fruktosa untuk membuat gula dan menarik kawanan semut untuk menyerang para polisi tsb. Dan Flamel-pun lari menuju rumah lamanya.

Di Alcatraz, Perenelle sang Sorceress (kata Alchemyst, Magician, dan Sorceress dalam buku ini tidak diterjemahkan oleh Mbak Novia, karena kata-kata tersebut merujuk pada tokoh-tokoh utama dan menjadi judul di seri ini) ditawan dan dijaga oleh Sphinx, yang menyerap energi sihir manusia. Perenelle yang memiliki kemampuan melihat, bahkan berbicara kepada hantu, bertemu dengan hantu De Ayala, Sang Penemu Alcatraz. Atas permintaan Perenelle, De Ayala menakut-nakuti Sphinx yang memungkinkan Perenelle untuk kabur dan mengisi auranya. Namun, ketika hendak keluar dari Alcatraz, Perenelle mendapati berbagai macam makhluk menyeramkan terpenjara di Alcatraz. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan, “Apakah yang sedang direncanakan Dee?”

Josh, Sophie, dan Scathach dibawa St. Germain ke rumahnya yang ada di kawasan Champs-Elysees. Di sana Scathach dikejutkan dengan kehadiran muridnya dahulu, Joan of Arc, yang juga merupakan istri St. Germain. Di sisi lain, Flamel pulang ke rumahnya untuk mengambil pedang Clarent–kembaran Excalibur yang dimiliki Dee–dan kemudian kembali ke rumah Germain melalui penanda yang diberikan Germain. Sophie-pun belajar Magic of Fire dari St. Germain, sedangkan Josh belajar menggunakan pedang Clarent, yang diberikan oleh Flamel, dengan diajar oleh Joan of Arc. Selain itu, Flamel menyerahkan 2 lembar Codex yang terakhir kepada Josh.

Machiavelli dan Dee (yang telah datang dari Ojai), setelah gagal menangkap Flamel dkk, kemudian berencana menyerang rumah St. Germain. Namun Machiavelli masih punya satu rintangan: selama Scathach masih bersama Flamel dan si Kembar, mereka akan nyaris mustahil menangkap si Kembar. Maka, Machiavelli mendatangkan Valkyrie/Disir (dan juga makhluk komodo raksasa bernama Nidhogg) untuk menangkap Scathach.

Dan aksi kejar-kejaran pun terjadi, Disir merusak rumah St. Germain, Nidhogg berhasil menangkap Scathach, Josh berusaha menolong Scatty, Nidhogg membatu akibat sabetan Clarent, Dee dan Machiavelli berhasil menangkap Josh, Sophie dan Joan berusaha menolong Josh, dan akhirnya Dee membawa Josh ke katakombe Paris untuk dibangkitkan oleh Mars Ultor, Sang Dewa Perang, namun dengan konsekuensi yang harus ditanggungnya…

Belum lagi ditambah adanya homunculi dan tulpa (makhluk dari benda mati yang digerakkan sehingga menyerupai makhluk hidup dengan ilmu Necromancy), kehadiran Morrigan di Alcatraz untuk membunuh Perenelle, keberadaan Tetua Laba-laba di Alcatraz yang secara tidak sengaja ditemui Perenelle, kehadiran Dagon yang ingin balas dendam pada Scathach dengan menenggelamkannya di Sungai dan masih banyak lagi cerita unik lainnya, tentunya akan menambah seru cerita ini. Thriller sihir dan mitologi ini akan membuat para pembaca penasaran sampai akhir cerita dan ingin tahu lanjutannya lagi, lagi, dan lagi…

***

Bagi yang sudah membaca bukunya, silakan baca spoiler di bawah ini… Bagi yang belum it’s up to you, nggak ditanggung ya kalo kecewa… Baca entri selengkapnya »

Chapitre 3: Nombre

Bahasa Prancis (begitu juga Jerman) kurang praktis dalam penomoran atau urusan angka. Ambil contoh 90, alih-alih diucapkan sembilan-kali-sepuluh, dalam bahasa Prancis, 90 diucapkan empat-kali-dua-puluh-ditambah-sepuluh atau quatre-vingt-dix (quatre = empat, vingt = dua puluh, dix = sepuluh). Nerjemahin angka dalam bahasa Inggris aja susah, gimana kalo Prancis?
Untuk selengkapnya, silakan lihat tabel ini

Bilangan Pokok dan Bertingkat

Angka Bilangan pokok Baca Bilangan bertingkat Baca
0 zéro zay-roh
1 un, une an’ première premye
2 deux do deuxième doksyem
3 trois trwa troisième trazyem
4 quatre kat, cut quatrième katriyem
5 cinq seng, sank cinquième sangkyem
6 six sis, seese
7 sept set
8 huit uit, wheat
9 neuf nuhf neuvième novyem
10 dix dis, deese
11 onze ongz
12 douze dooz
13 treize trez
14 quatorze katorz
15 quinze kengz
16 seize sez
17 dix-sept dis-set
18 dix-huit dis-suit
19 dix-neuf dis-nef
20 vingt vang vingtième vangtyem
21 vingt et un veng-te yang
22 vingt-deux veng-do
30 trente trongt
31 trente et un trong-te-yang
40 quarante karongt
50 cinquante sengkongt
60 soixante swasongt
70 soixante-dix swasongt-dis
80 quatre-vingts katre-vengt
90 quatre-vingt-dix katre-veng-dis
91 quatre-vingt-onze katr-veng-ongz
100 cent sengt centième sangtyem
200 deux cents dosongt
250 deux cent cinquante do-songt-sengkongt
1000 mille mil millième milyem
1000000 un million unmilyong

Bilangan Pecahan
1/2 = un demi atau la moitié
1/3 = un tiers
1/4 = un quart
1/5 = un cinquième
2/3 = deux tiers
2/5 = deux cinquièmes
3/4 = trois quarts
2/2 = deux demis
5 1/3 = cinq et un tiers
9 ¼ = neuf et un quart

untuk menyatakan koma dalam hitungan, gunakan virgule
77,7 = soixante-dix virgule sept
99,9 = quatre-vingt-dix virgule neuf
dst

Catatan:
-Untuk angka 21 sampai 81, bilangan yang satuannya 1 (21, 31, 41, …, 81), setelah puluhan ditambah “et” kemudian satuan.
21 = Vingt et un (Veng-te-yang)
31 = Trente et un (trong-te-yang)
51 = Cinquante et un (sengkongt-te-yang)
81 = Quatre-vingt et un (katre vengt-te-yang)

-Ratusan, ribuan, jutaan (selain seratus, seribu, sejuta) diberi akhiran “s” di belakang. (Misal 200 = deux cents; 5000 = cinq milles)
Ini tidak berlaku jika di ratusan atau ribuan tsb mempunyai satuan dll (misal 201 = deux cent un, bukan deux cents un)

-Angka 70 dan 90, apabila ditulis dalam huruf, ditambahkan tanda strip antarkata (70 = soixante-dix; 90 = quatre-vingt-dix)

-Oh ya, 555 ditulis cinq cent cinquante cinq, dibaca seng-song-sengkongt-seng (kok jadi berasa kaya Bahasa Cina ya?)

–***–

Chapitre 2: Dabel-yu-eit kwesyen dan bolo-bolonya

Hahaha, aku menjilat ludah sendiri, ikut-ikutan bahasa anak-anak yang dimacem-macemin buat judul chapter 2 remembrall ini. Hehehe..

Bahasa Prancis juga punya WH question (cuma bukan WH Question namanya) yaitu
What – que – (ke)
Where – – (u) /* ‘Ou’ tanpa koma di atas huruf ‘u’ berarti ‘atau’ */
Who – qui – (ki)
Why – pourquoi – (purkwa) /* mungkin berasal dari kata ‘pour’ = ‘for’ dan ‘que’ = ‘what’ */
When – quand – (kang)
Which – quel – (kel)
How – comment – (komong)
How many – combien – (kongbyang)

Contoh:
Comment Ça va? (komong sa va) -> how are you
Qui est-ce? (ki es) -> who is that?
Où est-ce tour d’Effel? (ki est tur de Effel?) ->where is Eiffer tower? (*jadi ingat Josh yang kebingungan nyari menara Eiffel dan nggak tahu bahasa Prancisnya ‘dimana’ di The Magician!)
Pourquoi êtes-vous en retard? (purkwa et vuzang retar?) -> why do you come late?
Quelle est votre profession? (kelle votre profesyong) -> what is (or which is) your profession?
dan lain lain

Oh ya, kalo dalam bahasa Inggris, yes-or-no question bisa dibentuk dari to-be yang diletakkan di depan, maka bahasa Prancis juga bisa melakukan hal serupa. Formatnya pun juga bisa ‘tobe + subject + blablabla’ atau ‘subject + tobe + bla-bla-bla + ? (dan dibaca dengan intonasi bertanya)’

êtes-vous content? (et vu kongtang?) -> are you happy?
atau bisa juga ditulis
vous êtes content? (vu-zet kongtang?) -> you are happy?

Jawabannya:
Oui, je suis content (oui, ze swi kongtang) -> Yes, I’m happy
Non, je ne suis content pas (non’, ze ne sui kongtang pa) -> No, I’m not happy
(negasi kata ditandai adanya ‘ne…pas’)

Question tag
Question tag di French sama dengan di English, contohnya
Vous êtes certain, n’est-ce pas? (Vu-zet certain, nespa?) -> You are certain, aren’t you?

–***–

« Entri lama Entri Lebih Baru »