RSS

Deret Fibonacci dan The Da Vinci Code

09 Jan

 

Anagram Fibonacci

Anagram Fibonacci

 

 

 

 

 

 

 

13-3-2-21-1-1-8-5
O, Draconian devil!
Oh, lame saint!

Bagi yang pernah baca The Da Vinci Code, pasti tahu kalimat di atas. Yap, itu merupakan anagram yang ditinggalkan oleh Jacques Sauniere di lantai Museum Louvre untuk memberi klu tentang Cawan Suci kepada Sophie Neveu dan Robert Langdon.

Kalimat di atas merupakan anagram dari

1-1-2-3-5-13-21
Leonardo Da Vinci
The Mona Lisa

Oke, kita nggak akan bahas tentang novel The Da Vinci Code lebih jauh, karena fokus kita adalah membahas tentang deret Fibonacci. Kalau mau tahu tentang The Da Vinci Code, baca aja filmnya atau nonton aja novelnya🙂

Kalau kita perhatikan baris pertama dari anagram di atas memiliki pola khusus. Deret tersebut disebut sbg deret Fibonacci. (Aku pertama kali tahu tentang deret ini dari guru matematika MTs-ku, Pak Yoko, waktu kelas 3 MTs).

FYI, deret Fibonacci adalah deret yang suku-sukunya didapat dari penjumlahan  da suku sebelumnya, dengan suku ke-0=0, dan suku ke-1=1. Jadi, deret Fibonacci akan mengikuti pola 1 1 2 3 5 8 13 21 34 55 dst. Nama Fibonacci diambil dari nama matematikawan abad 13 yaitu Leonardo of Pisa atau Leonardo Fibonacci.

Deret Fibonacci merupakan deret yang unik karena:
1. Suku-sukunya merupakan hasil penjumlahan dari dua suku sebelumnya.
2. Setiap suku kelipatan tiga (suku ke-3, ke-6, ke-9) merupakan bilangan genap.
3. Suku kelipatan ke n adalah kelipatan dari suku ke-n (misalnya, suku ke 14=377 merupakan kelipatan dari suku ke 7=13)
4. Suatu suku dan suku berikutnya (atau sebelumnya) memiliki perbandingan yang disebut Golden Ratio, atau dalam The Da Vinci Code disebut The Divine Proportion (Proporsi Agung)

Kalau di The Da Vinci Code, Proporsi Agung adalah proporsi yang banyak ditemukan di alam seperti (kalau nggak salah) perbandingan antara pusar manusia ke telapak kaki dengan kepala ke telapak kaki; perbandingan diameter (atau jari-jari ya? aku lupa) dari lingkaran kulit kerang satu dengan lingkaran berikutnya… (Maaf ya kalo datanya nggak valid, kalau mau tahu lebih jelas baca aja novelnya, aku udah agak-agak lupa!)

Golden Ratio sendiri juga disebut bilangan Phi=1,618 (bukan Pi=3,14 lho ya!). Nilai 1,618 merupakan pembulatan dari nilai (1+sqrt(5))/2. Dua bilangan juga disebut memiliki golden ratio jika (a+b)/b=a/b.

Ah, pusing, aku bukan ahli matematika.  mending kalian baca artikel lengkap tentang deret Fibonacci disini, tentang Golden Ratio disini, atau tentang The Da Vinci Code disini.

Yang sangat ingin aku tekankan disini adalah, deret ini tidak hanya terkenal di dunia matematika, namun juga dunia informatika. Jika salah satu pembaca blog ini adalah siswa SMA yang ingin masuk jurusan informatika, aku hanya memberitahu bahwa kalian akan sering bertemu dengan deret ini, baik dalam programming, logika, nge-board, dan lain-lain…

 
Leave a comment

Posted by on January 9, 2009 in Review, Share

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: