RSS

[Review] The Magician Bahasa Indonesia (Part II)

16 Apr

Wow, aku baru tahu postinganku yang berjudul “The Magician Bahasa Indonesia” jadi top post di blog ini dengan 215 views (sampai saat post ini ditulis) dan 10 komentar. Padahal isinya nggak penting” banget, cuma membahas tentang sedikit cerita The Magician, bahkan pembahasan tsb tidak bisa disebut review. Selain itu, wordpress juga mencatat bahwa top searches yang mengantarkan pengunjung ke blog ini adalah <“the magician” alchemist, novel alchemist versi indonesia, download alchemyst, ebook alchemyst, the alchemist by michael ebook indonesia download,  sinopsis dari buku the alchemist (the secrets of the immortal nicholas flamel,  novel alchemist versi indonesia,  “the magician” alchemist,  ebook gratis alchemist>. Maafkanlah aku karena kalian tertipu tag dari postingan tsb. Untuk itu, izinkalah saya untuk membuat review yang lebih “manusiawi” tentang The Magician, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #2, mengingat saya sudah membeli edisi Indonesia-nya tanggal 13 Maret kemarin.
———————————————————————————————

Judul: The Magician, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel
Penulis: Michael Scott
Penerjemah: Novia Stephani (FYI, The Alchemyst diterjemahkan oleh Berliani M. Nugrahani)
Ilustrator: Michael Wagner
Penerbit dan tahun terbit: Matahati, Maret 2009

Ketika Flamel, Scathach, Josh, dan Sophie masuk cermin yang merupakan gerbang ley di Ojai (ending The Alchemyst), mereka ter-transport ke Paris, kota masa muda Flamel. Mereka tepatnya berada di Katedral Notre-Dame. Kedatangan mereka di Paris disambut oleh manipulator Italia handal yang juga seorang immortal, Niccolo Machiaveli, yang membawa sepasukan polisi. Tidak kehilangan akal, Flamel meminta Sophie supaya menggunakan Magic of Air-nya untuk membuat brouillard–kabut–sehingga mereka bisa melarikan diri. Flamel kemudian menghubungi Witch of Endor di Ojai untuk meminta bantuan mengenai immortal yang memihak humani yang berada di Paris. Mereka dipertemukan dengan Comte de Saint Germain, seorang bintang rock dan alchemist yang dulunya adalah murid Flamel.

Machiavelli, yang telah gagal menangkap Flamel di Notre Dame, kemudian memburu Flamel di dekat Eiffel, tempat bertemunya Flamel dengan St. Germain. Terperangkap, Germain menggunakan auranya untuk memunculkan Ignis–api. Ia membuat semacam kembang api mengelilingi Eiffel seperti yang terjadi pada perayaan milenium di menara terkenal tsb untuk menarik massa.

Selanjutnya Flamel memisahkan diri dari rombongan untuk memecah perhatian para polisi Machiavelli. Karena kemampuannya yang telah melemah, Flamel berhasil tertangkap polisi suruhan Machiavelli. Terpojok, ia menggunakan salah satu ilmu alkemi yang ia miliki: transmutasi. Ia membuat mentransmutasi glukosa dan fruktosa untuk membuat gula dan menarik kawanan semut untuk menyerang para polisi tsb. Dan Flamel-pun lari menuju rumah lamanya.

Di Alcatraz, Perenelle sang Sorceress (kata Alchemyst, Magician, dan Sorceress dalam buku ini tidak diterjemahkan oleh Mbak Novia, karena kata-kata tersebut merujuk pada tokoh-tokoh utama dan menjadi judul di seri ini) ditawan dan dijaga oleh Sphinx, yang menyerap energi sihir manusia. Perenelle yang memiliki kemampuan melihat, bahkan berbicara kepada hantu, bertemu dengan hantu De Ayala, Sang Penemu Alcatraz. Atas permintaan Perenelle, De Ayala menakut-nakuti Sphinx yang memungkinkan Perenelle untuk kabur dan mengisi auranya. Namun, ketika hendak keluar dari Alcatraz, Perenelle mendapati berbagai macam makhluk menyeramkan terpenjara di Alcatraz. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan, “Apakah yang sedang direncanakan Dee?”

Josh, Sophie, dan Scathach dibawa St. Germain ke rumahnya yang ada di kawasan Champs-Elysees. Di sana Scathach dikejutkan dengan kehadiran muridnya dahulu, Joan of Arc, yang juga merupakan istri St. Germain. Di sisi lain, Flamel pulang ke rumahnya untuk mengambil pedang Clarent–kembaran Excalibur yang dimiliki Dee–dan kemudian kembali ke rumah Germain melalui penanda yang diberikan Germain. Sophie-pun belajar Magic of Fire dari St. Germain, sedangkan Josh belajar menggunakan pedang Clarent, yang diberikan oleh Flamel, dengan diajar oleh Joan of Arc. Selain itu, Flamel menyerahkan 2 lembar Codex yang terakhir kepada Josh.

Machiavelli dan Dee (yang telah datang dari Ojai), setelah gagal menangkap Flamel dkk, kemudian berencana menyerang rumah St. Germain. Namun Machiavelli masih punya satu rintangan: selama Scathach masih bersama Flamel dan si Kembar, mereka akan nyaris mustahil menangkap si Kembar. Maka, Machiavelli mendatangkan Valkyrie/Disir (dan juga makhluk komodo raksasa bernama Nidhogg) untuk menangkap Scathach.

Dan aksi kejar-kejaran pun terjadi, Disir merusak rumah St. Germain, Nidhogg berhasil menangkap Scathach, Josh berusaha menolong Scatty, Nidhogg membatu akibat sabetan Clarent, Dee dan Machiavelli berhasil menangkap Josh, Sophie dan Joan berusaha menolong Josh, dan akhirnya Dee membawa Josh ke katakombe Paris untuk dibangkitkan oleh Mars Ultor, Sang Dewa Perang, namun dengan konsekuensi yang harus ditanggungnya…

Belum lagi ditambah adanya homunculi dan tulpa (makhluk dari benda mati yang digerakkan sehingga menyerupai makhluk hidup dengan ilmu Necromancy), kehadiran Morrigan di Alcatraz untuk membunuh Perenelle, keberadaan Tetua Laba-laba di Alcatraz yang secara tidak sengaja ditemui Perenelle, kehadiran Dagon yang ingin balas dendam pada Scathach dengan menenggelamkannya di Sungai dan masih banyak lagi cerita unik lainnya, tentunya akan menambah seru cerita ini. Thriller sihir dan mitologi ini akan membuat para pembaca penasaran sampai akhir cerita dan ingin tahu lanjutannya lagi, lagi, dan lagi…

***

Bagi yang sudah membaca bukunya, silakan baca spoiler di bawah ini… Bagi yang belum it’s up to you, nggak ditanggung ya kalo kecewa…

Pada buku kedua ini kita bisa mengetahui (dan tidak mengetahui) beberapa hal yang menjadi misteri..

Cara mendapat immortality
Sampai buku 2 ini, Michael Scott menjelaskan bahwa seorang humani bisa memperoleh immortality dengan berbagai cara:
– Flamel dan Perenelle mendapatkan keabadian dari ramuan di buku Codex, yang harus dibuat tiap bulan
– Dee dan Machiavelli mendapatkannya dari Tetua dengan syarat pengabdian seumur hidup, immortality jenis ini bisa saja dicabut oleh Tetua yang memberikannya, menjadikan orang tersebut menua dan mati mendadak
– St. Germain mendapatnya melalui caranya sendiri yaitu dengan alchemy, namun tidak dijelaskan secara mendetail bagaimana caranya
– Joan of Arc mendapatkannya melalui transfusi darah dari Scathach yang merupakan seorang Elder dari Next Generation, sekaligus Vampir

Data rahasia Machiavelli dan Dee
Di buku ini dijelaskan bahwa dalam komputer Machiavelli terdapat mantra-mantra dan database yang berisi daftar immortal dan Tetua yang ada di seluruh dunia. Data tersebut di-enkripsi dengan 256-bit AES Encryption. Passwordnya: “Discorsi sopra la prima deca di Tito Livio” merupakan salah satu judul buku karangan Machiavelli (dalam dunia nyata) namun popularitasnya kalah dibandingkan bukunya yg lain, “Il Principe“. Data yang dimiliki Machiavelli tsb sangat rahasia dan tidak ada yang mengetahui, namun demikian di bab berikutnya, dijelaskan bahwa Dee mengetahui mengenai database tersebut dan dia juga mengklaim bahwa dia memiliki data yg lebih update. Jadi, darimanakah Dee tahu?

Tetua Machiaveli dan Dee
Di bab 20an, Dee memerintahkan Machiavelli untuk menunggu Dee sampai ia datang dari Ojai alih-alih menangkap Flamel dkk sendiri, namun Machiavelli berniat mengabaikan perintah tersebut. Beberapa saat kemudian, Tetua yang dilayani Machiavelli menelepon untuk mengingatkannya supaya mematuhi perintah Dee. Hal ini memunculkan pertanyaan, siapakah Tetua yang Dee layani? Seberapa berpengaruhkah dia? Apakah Tetua yang dilayani Dee memiliki kedudukan lebih tinggi dari Tetua yang dilayani Machiavelli?
Belum sempat pertanyaan ini terjawab, di bab 24 kita disuguhi dialog,

“We are on the same side,” Machiavelli bowed in return. “We serve the same masters.”
The Magician was about to step back into the room when he stopped and turned to look at Machiavelli. For a moment, the faintest rotten-egg hint of sulfur hung in the air. “You have no idea whom I serve,” he said.

Jadi, siapakah Elder yang dilayani Dee dan Machiavelli?
Nah, di bab 45, Areop-Enap menjelaskan bahwa mungkin Tetua yang dilayani Dee adalah salah satu Tetua Agung (Great Elder). Kalau bahkan Hekate–yg di mitologi yunani adalah salah satu titan–dan Chronos–yg menjadi ayah para dewa2 Olympus–tidak tergolong sebagai Great Elder berarti Great Elder seharusnya levelnya di atas mereka. Lalu siapa? (*dikutip dari forum.kafegaul.com)

Ketidaksepahaman Dee dan Machiavelli
Ini terbukti dari dialog Dee dan Machiavelli di chapter 24 yang berbunyi,

“Saint-Germain’s house is completely surrounded?” (Dee)
“Completely.” (Machiavelli)
“And there are only five people in the house? No servants, no guards?” (Dee)
“The Alchemyst and Saint-Germain, the twins and the Shadow.” (Machiavelli)
“Scathach is the problem,” Dee muttered.

Disini tidak disebutkan keberadaan Joan of Arc yang berarti bahwa Machiavelli tidak tahu bahwa Joan berada di rumah Saint-Germain padahal dia punya daftar immortal yang ada di dunia. Sedangkan Dee, yang databasenya lebih update tentunya tahu keberadaan Joan, namun dia tetap menanyakan “only five people in the house” bukan “six people“. Jadi kemungkinannya, Dee juga tidak tahu atau Dee tahu namun tidak mau memberitahukannya pada Machiavelli karena pada dasarnya mereka tidak sepaham.
*dikutip dari podcast di http://www.flamels-immortal-portal.com

Penghuni Bumi sebelum Ras Tetua?
Di buku ini disebutkan bahwa Nidhogg digunakan para Elder untuk melawan Ras yang telah mendiami Bumi sebelum Ras Tetua, siapa mereka dan darimana? Alien kah?

Siapa sebenarnya Abraham the Mage itu?
Di seri ini diceritakan bahwa First Generation Elder tidak bisa memegang The Book of Abraham the Mage atau Codex, tentunya Abraham bukan First Generation Elder. Lalu siapakah Abraham the Mage itu sebenarnya? Entitas yg lebih tua? Makhluk dari masa depan?

Mengenai One-handed man
Di bab 22, dikisahkan bahwa orang yang mengajari Saint-Germain sihir api dan orang yang mengajari Flamel rahasia Codex adalah orang yang sama yaitu orang bertangan satu yang namanya tidak boleh disebut (kaya Voldemort aja!). Flamel juga melarang Sophie, yang memiliki ingatan Witch of Endor, menyebutkan nama orang/makhluk tersebut. Misteri apa yang tersembunyi pada One-handed man ini?

Ramalan di Codex
Dalam buku ini (tepatnya bab 16), juga dituliskan Ramalan utuh pada Codex yang menyinggung si Kembar

The two that are one, the one that is all.
There will come a time when the Book is taken
And the Queen’s man is allied with the Crow.
Then the Elder will step out of the Shadows
And the immortal must train the mortal.
The two that are one must become the one that is all.

Dua yang menjadi satu, satu yang mencakup semuanya.
Akan tiba masa dimana Buku dirampas
Dan antek sang Ratu berkomplot dengan Gagak
Maka Tetua akan keluar dari Bayang-bayang
Dan manusia abadi harus melatih manusia fana
Dua yang menjadi satu harus menjadi dua yang mencakup segalanya.

Kok Elder gampang dibunuh?
Yang juga masih menjadi pertanyaan adalah kok Elder sekelas Hekate dan Mars segampang itu dibunuh. Apakah proses Pembangkitan itu membuat seorang Elder menjadi lemah? Untuk kasus Hekate, mungkin karena Hekate bergantung pada Yggdrasill sehingga ketika pohon tersebut ditebas dengan Excalibur, Hekate pun ikut mati. Lalu pada kasus Mars, waktu dia berhadapan dengan transmutasi Flamel, ia sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Apa ini karena pengaruh sihir dari Witch of Endor? Ataukah karena kecerdikan Dee memanfaatkan timing yang pas?

Behind the covers of The Alchemyst, The Magician, The Sorceress
Adakah dari kamu yang bertanya, apa maksud dari cover Alchemyst, Magician, dan Sorceress buatan Michael Wagner tsb. Coba kamu cek di tepian gambar perkamen di cover buku, di situ kamu akan menemukan 20 simbol yang terbagi menjadi empat kuadran. Kiri-atas, kiri-bawah, kanan-atas, dan kanan-bawah. Dua puluh simbol tersebut adalah dua puluh simbol alkemi di antara simbol-simbol yang tak terhitung banyaknya. Nah, simbol-simbol tersebut sama antara yang di cover Alchemyst, Magician, dan Sorceress. Bedanya, pada cover Alchemyst, 5 simbol pada satu kuadran akan muncul lagi di cover Magician namun akan bergeser satu kuadran berlawanan arah jarum jam. Contoh, simbol-simbol yang ada di Alchemyst kiri-atas, akan berada di Magician kiri-bawah dengan urutan yang sama. Simbol di Alchemyst kiri-bawah akan berada di Magician kanan-atas, dan seterusnya. Lain lagi dengan yang di cover Sorceress, dua puluh simbol tersebut sama persis dengan yang ada di Alchemyst dan Magician, namun urutannya berbeda. Dan kalau kamu masih pengen tahu lebih banyak rahasia tentang makna cover The Alchemyst, The Magician, dan The Sorceress, silakan download dialog antara moderator flamels-immortal-portal.com dengan Michael Scott di http://www.flamels-immortal-portal.com di bagian Podcast. Filenya berupa file mp3 berukuran 90an MB dan berbahasa Inggris. Maaf, listening-ku kurang bagus, jadi (untuk sementara) hanya itu yang bisa aku sampaikan dari podcast-nya… (*piss)

Dugaan-dugaan dan lain-lain
– Gilgamesh itu kan nggak punya aura dan tanpa aura berarti ia tidak bisa menggunakan sihir dong. Lalu bagaimana ia bisa memiliki sihir dan untuk apa sihir yang dia miliki?
– Kata Reinita, waktu Mars Membangkitkan Josh, dia juga memberikan keahlian perang. Terbukti di akhir The Magician, Josh-lah yang memberikan ide melawan patung-hidup yang dikendalikan Dee dan Machiavelli.
– Kata Intan, selain memberikan keahlian perang, Mars juga memberi “kemampuan” supaya Josh tidak menyakiti saudara kembarnya. Tentunya supaya nasib mereka tidak seperti Remus dan Romulus, putra kembar dari Mars yang saling membunuh.
– Kata Hau, kemungkinan karena Sophie sudah menguasai Sihir Udara dan Sihir Api, Gilgamesh akan menolak mengajari Sophie Sihir Air. Flamel sendiri tidak bisa menebak jalan pemikiran Gilgamesh. Namun, mungkin Gilgamesh akan mengajarkan Sihir Air pada Josh yang belum menguasai sihir elemental apapun.
– Dan kalau Hau benar, mungkin nggak sih kalo Josh dan Sophie tidak menguasai semua sihir elemental namun saling melengkapi. Misalnya, Sophie menguasai Sihir Udara dan Sihir Api, Josh menguasai Sihir Air, Sihir Tanah, dan Sihir Waktu. Masih ingat dengan bunyi baris pertama Ramalah di Codex?
– Scathach masih hidup nggak sih? Aku udah terlanjur ngefans sama Scathach nih…

Ada yang mau menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas?😉

 
14 Comments

Posted by on April 16, 2009 in Review

 

Tags: , , , , , , , ,

14 responses to “[Review] The Magician Bahasa Indonesia (Part II)

  1. mulinnuha

    April 16, 2009 at 12:15 am

    Hayo, ada yang mau nebak-nebak pertanyaan-pertanyaan di atas?

     
  2. mulinnuha

    April 16, 2009 at 12:59 am

    Kira-kira siapa ya Tetua yang ada di Indonesia?

     
  3. mulinnuha

    April 19, 2009 at 3:45 pm

    Hore, blogku udh dkunjungi sebanyak 999 kali.. (Oleh aku sendiri -_-” )

     
  4. mulinnuha

    April 25, 2009 at 5:05 pm

    FYI, Tetua laba-laba yang ditemui Perenelle di Alcatraz adalah Areop-Enap.
    (In case ada yang cari tahu jawaban kuis Ranger’s Apprentice di PenerbitMatahati.com dan nyasar di blog ini🙂 )

     
  5. valee

    May 2, 2009 at 1:45 pm

    duh.. bkunya kren juga trnyata…
    kalo dipikir” bsa lebih dari Twilight …
    tp berat bgt.. sjarah” smua..
    mana diskola sjarahku NOL… huhu
    tp yg pnting bku na tteup kren pisan…

     
    • mulinnuha

      May 3, 2009 at 12:20 pm

      Yaph, emang sejarah ama mitologinya kental banget mengisi buku ini..
      Jadi kudu buka2 Google dan Wikipedia buat nyari2 referensi ^^

       
  6. sache

    May 21, 2009 at 8:26 pm

    aQ dah baca buku ini (The Alchemyst & The Magician, karena iseng pada awalnya… soalnya nampak ga ada yg ditunggu lagi setelah Harry Potter :p

    pas awal baca, bawaanya ngantuk banget…. soalnya materinya beurat banget… kaya baca text book (hehehehe…) tapi ternyata pas udah mulai masuk Alam Bayangan Hekate jadi seru juga…. pas beres baca malah kangen pengen baca lagi…

    Akhirnya The Magician keluar juga…. (senangnya…) tapi ternyata menggantung begini… huhuhu…. pengen cepet-cepet tau terusannya….

     
    • mulinnuha

      May 26, 2009 at 1:37 pm

      Hmmm, iya, emang buku ini bikin penasaran banget.
      Btw, edisi Bahasa Inggris The Sorceress udah keluar hari ini lho… mau.. mau.. mau?
      Mungkin edisi terjemahannya baru setengah tahun lagi…

       
      • haniiiii

        June 5, 2009 at 10:23 am

        sorceress ebook cari dmn yah?
        aq dah cari link yg free tp g ktemu2.
        ada yg tw?

         
        • mulinnuha

          June 5, 2009 at 6:40 pm

          Wah, Hanii, aku juga nyari gak ketemu2 tuh.. Adanya yg versi berbayar dari amazon, mobipocket dan beberapa situs lain..
          Yg gratis adanya cuma audiobook di demonoid.com, tp males ndengerinnya.. Hehehe

           
  7. mulinnuha

    June 5, 2009 at 6:46 pm

    Di Indonesia, tepatnya di Surabaya, dimana ya beli buku The Sorceress versi Inggris?
    Denger2, kalo penerjemahnya cepet, Agustus nanti Matahati mau nerbitin terjemahannya..

     
  8. hhe .

    June 12, 2009 at 11:20 pm

    eh2 … gokiel neh bwad kyag gniee … aq udh bcaaa … krend lohh // hahhaha … tp , emg agak ribed gra2 msihh ad hub ny am sjrah gtw .. but ,, it’s okee lah yaa .. hheheh .. good luck .. C:

     
  9. mulinnuha

    June 13, 2009 at 11:30 am

    Makasih..😉

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: