RSS

In Memoriam

15 Aug

Andaikan aku hidup di Dunia Harry Potter, aku ingin bisa Parseltongue. Mungkin dengan kemampuan itu, aku bisa mengalahkan ketakutanku pada ular dan mungkin menolong orang yang harus berurusan dengan ular.

Empat puluh hari yang lalu, kurang atau lebih, temanku baru saja meninggal karena digigit dan terkena racun ular.

Aku tahu, kita tidak seharusnya membicarakan orang yang telah meninggal. Tapi tulisan ini aku buat semata-mata untuk menghormati dirinya.

Dia teman yang baik dan tulus dalam membantu.

Dia juga salah satu orang yang aku kenal paling awal di Teknik Informatika ketika masih jamannya OMB—ketika aku dan teman-teman 2008 masih belum kenal satu sama lain. Tak terhitung berapa banyak kebaikan yang ia berikan kepadaku dan kepada angkatan 2008.

Aku masih ingat kenangan terakhirnya. Dia minta diantarkan ke toko buku, Togamas, beberapa hari sebelum dia meninggal untuk membeli buku Edensor dan Maryamah Karpov. Buku itu akan diberikannya kepada adiknya.

Dan kepergiannya mengingatkanku dan juga teman-teman bahwa suatu saat kita pun akan mati. Hanya masalah waktu saja kapan hal itu akan terjadi. Kita berjalan di atas muka bumi ini—kita kuliah, kerja, makan, minum—namun kita jarang ingat akan mati. Dan pertanyaan besarnya adalah, “Apakah kita siap mati? Dan apakah kita sudah cukup bekal untuk menuju alam lain setelah kita mati?”

Banyak orang bersedih dan menangis ketika temanku ini menghembuskan nafas terakhirnya. Dan lebih banyak lagi orang yang melayat dan menghadiri pemakamannya. Dan ini membuatku berpikir, bagaimana nantinya jika aku mati? Apakah banyak orang yang hadir di pemakamanku? Apakah ada orang yang hadir? Dan apakah makamku akan sering dikunjungi? Atau hanya dikunjungi ketika Ramadhan akan tiba? Allahu a’lam.

Yang jelas, Firdaus meninggalkan banyak kenangan manis bagiku dan bagi teman-teman. Dan kepergiannya juga mengingatkanku akan banyak hal.

Selamat jalan, Daus. Farewell, friend. Terima kasih atas semua kenangan yang telah kau berikan. Semoga Allah menempatkanmu di tempat yang namanya sesuai dengan namamu.

 
4 Comments

Posted by on August 15, 2009 in Blog

 

4 responses to “In Memoriam

  1. Agus Suhanto

    August 17, 2009 at 4:58 pm

    posting yang menarik sy Agus Suhanto, nyampe di situs ini dari mbah bing. Salam kenal ya… 🙂

     
    • mulinnuha

      September 1, 2009 at 10:15 pm

      makasih, senang sekali Anda menyukai postingan saya. Btw, mbah bing siapa ya?

       
  2. frenalfarisi

    June 10, 2010 at 12:33 am

    tulisan yang bermanfaat.. merinding bacanya🙂
    lanjutkan akh

     
    • mulinnuha

      June 10, 2010 at 7:40 pm

      yang kalimat-kalimat bawah itu sebenarnya aku re-write dari blog seseorang juga Mas🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: