RSS

Januari 2010 To-Read Wishlist

23 Dec

Januari 2010 bertepatan dengan liburan semester 3. Waktu yang tepat buat menghibur diri dengan membaca novel :p. Dan berikut adalah novel yang masuk To-Read Wishlist-ku.

1. The Rainbow Troops (Laskar Pelangi Versi Bahasa Inggris) – Andrea Hirata
The Rainbow Troops CoverDiterbitkan 17 Desember 2009 lalu, novel ini, setahuku, adalah novel pertama Indonesia yang dialihbahasakan ke Bahasa Inggris. Tidak hanya novelnya yang bestseller, filmnya pun berhasil menyihir ribuan pemirsa. Tidak heran kalau novel ini kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh bule bernama Angie Kilbane. Tentunya tidak mudah menerjemahkan sebuah novel dengan latar belakang budaya lokal yang kental karena penerjemah selain menerjemahkan bahasa juga dituntut menerjemahkan budaya dari novel tersebut, dan Angie berhasil melakukannya. Berikut ini Review, Translator Note, cuplikan Chapter 1 dari The Rainbow Troops. Sekedar info, dari website penulis, Maryamah Karpov 2, buku yang masih termasuk dalam seri Laskar Pelangi, juga akan segera diterbitkan. Can’t wait..

2. Jonathan Strange and Mr. Norrell – Susanna Clarke
Jonathan Strange

Edisi terjemahan Indonesia dari novel ini disajikan dalam box set yang terdiri dari tiga buku. Masing-masing berwarna merah, hitam, dan kuning keemasan. Berlatar cerita sihir ala Inggris yang sudah diceritakan dengan menarik di Harry Potter, Bartimaeus Trilogy, dan Septimus Heap, buku ini mencoba menarik pembaca dengan genre yang sama.

Berikut sinopsisnya (dikutip dari Gramedia Shop)

Dua penyihir akan muncul di Inggris. Yang pertama akan takut padaku; yang kedua akan mendamba memandangku…

Tahun 1806, dan sudah berabad-abad sihir praktis lenyap dari Inggris. Namun ternyata masih tersisa satu penyihir: Mr Norrell yang penyendiri. Dengan bakatnya, Norrell menyentakkan seluruh penjuru negeri. Tetapi Norrell yang selalu hati-hati dan banyak menuntut lalu tertantang oleh kemunculan penyihir lain: pemuda brilian bernama Jonathan Strange. Dengan wajah tampan dan sifat pemberaninya, Strange merupakan antitesis Norrell. Maka dimulailah pertempuran berbahaya dan menakjubkan antara dua pria hebat ini, yang akan membawa mereka ke berbagai medan perang dan tempat-tempat yang mestinya tidak mereka masuki.

Edisi Bahasa Indonesia buku ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dalam satu box set berisi 3 buku seharga Rp.160.000

3. The Sorceress Bahasa Indonesia – Michael Scott
The Sorceress Buku ini merupakan buku ketiga dari The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel series. Walaupun sudah membaca versi Inggrisnya, aku tetap ingin membeli dan membaca edisi Indonesia-nya.

Di buku ketiga ini, cerita sudah berkembang pesat. Kisah si kembar semakin seru dengan dibumbui cerita dan makhluk-makhluk legenda yang akan membuat pembaca tercengang. Masih diceritakan dengan gaya thriller, Michael Scott mengajak pembaca berpetualang bersama Josh dan Sophie, si kembar dalam ramalan, untuk membangkitkan kekuatan sihir elemental mereka dan mencegah Elder kembali menguasai bumi.

Di buku ini, diperkenalkan banyak tokoh baru yang diambil dari mitologi dan sejarah seperti Palamedes (Ksatria Sarachen dalam legenda Arthur),  William Shakespeare (setiap kalimat dialognya dalam buku ini dibuat sepuitis mungkin oleh penulisnya), Billy the Kid (atau yang dikenal dengan Henry McCarthy, pria yang dipercaya membunuh 20 ras kulit putih termasuk Mexican dan Indian), Nereus (The Old Man of the Sea) dan Raja Gilgamesh (Raja Sumeria yang disini diceritakan sebagai guru Magic of Water dan manusia tertua di dunia yang bahkan mengenal Abraham the Mage, sang penulis Codex).

Versi Indonesia buku ini masih akan diterbitkan oleh Penerbit Matahati pada awal 2010 dengan penerjemah Muhammad Baihaqi.

4. Let Go – Windhy Puspitadewi
Let Go Novel ini adalah buku keempat Mbak Windhy Puspitadewi setelah Confeito, sHe, dan Incognito. Novel ini, seperti kata penulis di bagian Muchas Gracias, ditujukan bagi mereka yang masih bertanya-tanya tentang arti persahabatan, arti kehidupan, dan arti kehilangan. Covernya unik dan layoutnya menarik🙂 Jarang ada novel yang bisa bikin aku merinding, dan novel ini adalah salah satunya..

Berikut sinopsisnya:

Kau tahu apa artinya kehilangan? Yakinlah, kau tak akan pernah benar-benar tahu sampai kau sendiri mengalaminya.

Raka tidak pernah peduli pendapat orang lain, selama ia merasa benar, dia akan melakukannya. Hingga, suatu hari, mau tidak mau, ia harus berteman dengan Nathan, Nadya, dan Sarah. Tiga orang dengan sifat berbeda, yang terpaksa bersama untuk mengurus mading sekolah.

Nathan, si pintar yang selalu bersikap sinis. Nadya, ketua kelas yang tak pernah meminta bantuan orang lain, dan Sarah, cewek pemalu yang membuat Raka selalu ingin membantunya.

Lagi-lagi, Raka terjebak dalam urusan orang lain, yang membuatnya belajar banyak tentang sesuatu yang selama ini ia takuti, kehilangan.

5. The Lost Symbol Bahasa Indonesia – Dan Brown
The Lost SymbolDari tempointeraktif.com:
Novel ini mengisahkan konspirasi kelompok rahasia Freemasonry di pemerintahan Amerika Serikat.

Brown tetap menyajikan cerita tentang pakar simbol Robert Langdon dengan kisah yang cepat dan membuat pembaca sulit mengalihkan dari halaman buku. Novelnya juga kontroversial, seperti biasa.

“Da Vinci Code”, misalnya, mengungkap konspirasi yang memegang rahasia bahwa Yesus memiliki anak. “The Lost Symbol” bukan kekecualian. Novel ini mengungkap kelompok rahasia Freemasonry di pemerintahan Amerika Serikat.

Tidak heran, novel ini menggunakan ibu kota Amerika, Washington, sebagai lokasi cerita. Seperti “Da Vince Code”, Langdon akan membongkar rahasia Freemanson lewat jejak-jejak arsitektur di Washington.

Tentu saja, ada musuh dengan karakter kuat, hampir-hampir seperti karakter dalam komik. Dalam “Da Vinci Code” ada rahib albino yang menakutkan. Dalam “The Lost Symbol” tampil orang berotot bertato yang menyebut dirinya Mal’akh (dalam bahasa Ibrani berarti malaikat).

“The Lost Symbol” dibuka dengan adegan saat Mal’akh dilantik masuk posisi tinggi di Freemasonry. Kisah berpindah saat Langdon menumpang pesawat pribadi terbang ke Washington karena diundang berbicara dalam satu acara di gedung Capitol–gedung DPR/MPR-nya Amerika Serikat.

Saat sampai di Capitol itu para pembaca mulai menahan nafas. Undangan itu palsu. Ia diundang oleh temannya yang kaya raya dan anggota Freemasonry, Peter Solomon. Tapi Solomon malah ditemukan tewas dengan tangan ditato simbol Freemasonry dan menunjuk gambar George Washington dari 1865.

Washington–seperti sejumlah presiden Amerika seperti Benjamin Franklin, Teddy Roosevelt, Harry Truman, dan Gerald Ford–memang benar anggota Freemasonry. Latar belakang ini membuat bangunan di Washington banyak diwarnai kepercayaan Freemasonry.

Seperti novel Brown sebelumnya, Langdon akan ditemani perempuan cantik saat berpetualang. Dalam “The Lost Symbol”, perempuan itu adalah saudara Peter Solomon, Katherine Solomon.

Bersama Katherine, Langdon menghadapi Mal’akh yang memiliki motif mencari kuil Freemasonry yang tersembunyi. Kuil itu, menurut kepercayaannya, bisa membuatnya melakukan transformasi.

6. Prophecy of the Sisters – Michelle Zink
Prophecy of the Sisters
Buku ini menceritakan tentang Lia Milthorpe, gadis abad 19 yang menemukan hal-hal aneh terjadi pada dirinya dan saudari kembarnya, Alice, sepeninggal ayah mereka. Lia kemudian mengetahui bahwa ia dan Alice terlibat dalam ramalan kuno tentang saudara kembar dimana yang satu akan membantu iblis masuk dari DuniaLain untuk menghancurkan bumi dan yang satu akan mencegahnya.

Bersama kedua sahabatnya, Lia mencari tahu mengenai perannya dalam ramalan tersebut. Dan ia harus berusaha untuk menemukan Kunci-Kunci tersebut sebelum Alice mendapatkannya.

Buku ini merupakan buku pertama dalam trilogy Prophecy of the Sisters

7. A Great and Terrible Beauty – Libba Bray
A Great and Terrible BeautyDari sinopsis:
Baru ditinggal ibunya, Gemma, gadis 16 tahun, harus meninggalkan kehangatan rumah masa kanak-kanaknya di Bombay untuk bersekolah di Inggris di sebuah sekolah elit yang kaku dan penuh aturan, Akademi Spence. Cerdas dan penuh percaya diri, membuatnya sebentar telah menakhodai “geng” gadis-gadis usil, yang sebelumnya dipegang oleh Felicity yang kaya dan sok kuasa.

Visi-visi misterius yang selalu menghantui sejak di India hingga di London, rahasia-rahasia hitam keluarga dari tiap gadis, serta penemuan buku harian mistis romantis yang telah lama hilang, memaksa Gemma dan teman-teman sekelasnya memasuki alam visi yang mengerikan sekaligus memikat. Di sebuah dunia indah gadis-gadis itu mempelajari dan menguasai kekuatan sihir, mendapatkan apa pun yang paling diidamkan, juga tergoda melanggar pantangan untuk tidak membawa sihir ke alam nyata. Saat terkuak kematian ibunya terkait raksasa sihir yang tengah mengincar banyak korban, berkobarlah dada Gemma untuk menempuh garis takdirnya yang panjang.

Pippa saat berada di dunia indah memutuskan untuk tidak pulang, dan akibatnya saat Gemma kembali ke alam nyata didapatinya Pippa sudah membujur kaku. Saat pemakaman yang disaksikan Kartik, si pemuda tampan yang sejak awal memperingatkan Gemma akan bahaya bakat supranaturalnya, Gemma menghampiri Kartik dan tegas berkata: “Ini barulah awal, aku tak akan menyerah dan tidak ada kata mundur!”

Pelukisan Libba Bray yang menggugah dan peka serta pengolahan plot-plot cerdas menjadikan bacaan yang memikat … misteri, magis, dan rahasia kelam menanti mereka yang mengikuti journey ini. – Sarah Todd, Children Book World, Haverford, PA

Buku ini merupakan buku pertama dalam trilogy Gemma Doyle.

8. Midnight Children – Salman Rushdie
Midnight ChildrenDari sinopsis:
Dan ketika ia sendirian dua bayi di tangannya, dua kehidupan dalam kuasanya ia melakukan untuk Joseph tindakan revolusionernya sendiri, dengan pemikiran lelaki itu tentu akan mencintainya karena ini, ketika ia menukar label nama kedua bayi besar itu: memberi bayi yang miskin kehidupan istimewa dan menghukum anak keluarga kaya dengan akordion dan kemiskinan …

Midnight’s Children adalah adikarya Salman Rushdie yang memenangkan tiga hadiah Booker yang prestisius itu sekaligus: Booker Prize pada 1981, The Booker’s Booker Prize pada 1993 sebagai yang terbaik di antara para pemenang Booker Prize selama 25 tahun, dan The Best of Booker Prize Winners pilihan pembaca pada 2008 sebagai pemenang Booker Prize terbaik selama 40 tahun. Novel memukau ini terus menjadi perbincangan hangat di kalangan para kritikus sastra, bahkan dianggap sebagai salah satu karya utama dalam khazanah sastra poskolonial.

Midnight’s Children bisa dibaca sebagai sebuah cerita mengenai kegagalan mimpi-mimpi tentang kemerdekaan, terutama mimpi kolektif tentang perbaikan kehidupan sosial. Novel ini memotret sejarah sebuah bangsa dari perjalanan hidup anak manusia. Kegagalan cita-cita bangsa India (bisa dibaca sebagai bangsa-bangsa di “Dunia Ketiga”) oleh Rushdie digambarkan sebagai bagian dari nasib buruk yang sudah ditakdirkan sejak kemerdekaan negara itu diproklamasikan pada satu tengah malam di bulan Agustus 1947.

Perjalanan sejarah dalam novel ini berlalu dari suatu masa saat mimpi-mimpi romantis mulai tumbuh sampai ke masa lain ketika kenyataan pahit tampil sempurna. Sebagai karya sastra, Midnight’s Children adalah sebuah teks yang kompleks dan cemerlang. Seperti dalam kebanyakan karyanya, dalam novel ini Rushdie memasukkan unsur-unsur dari berbagai genre sejarah, fantasi, mitologi, tradisi lisan, dan teks-teks klasik yang dikemas dengan cerdas dan terkadang jenaka.

Terlepas dari kontroversi yang melingkupi pengarangnya di masa lampau, novel ini layak dibaca oleh para pecinta sastra di tanah air sebagai sebuah bacaan yang bermutu, menarik, dan memperkaya, sekaligus sebagai “cermin” atas perjalanan sejarah bangsa kita sendiri.

9. Libri di Luca – Mikkel Birkegaard
Libri di LucaInternational Bestseller—Terjual 10.000 Eksemplar dalam Tiga Hari

Bayangkan … ada orang yang memiliki kekuatan istimewa untuk memengaruhi pikiran dan perasaan kita saat kita membaca buku. Mereka bukanlah penulis yang bukunya sedang dibaca, melainkan para Lector—anggota perkumpulan rahasia. Mereka bisa menggoda kita dengan cerita mengagumkan, menjadikan dunia yang ada dalam buku terasa begitu nyata. Namun, mereka juga bisa menjerumuskan kita untuk memikirkan apa pun yang mereka inginkan.

Ketika Luca Campelli meninggal secara mendadak di antara buku-buku yang dia cintai, anaknya mewarisi toko buku bekas, Libri di Luca, di Copenhagen. Jon, nama sang anak, tidak pernah benar-benar mengenal ayahnya. Mereka telah berpisah selama dua puluh tahun sejak kematian ibunya yang misterius. Kematian Luca diikuti dengan serangan untuk membakar toko buku itu.

Sementara itu, Jon baru saja mengetahui bahwa toko buku itu menyimpan rahasia yang sangat penting selama bertahun-tahun. Toko itu menjadi tempat pertemuan pencinta buku. Merekalah yang menjaga tradisi kekuatan besar yang diturunkan dari masa perpustakaan besar Alexandria. Sekarang, seseorang berusaha menghancurkan perkumpulan itu.

Sebagai pewaris, Jon menyadari dia harus berjuang menyelamatkan teman-teman barunya itu. Kini dia seakan-akan memiliki identitas baru—siang sebagai pengacara dan malam sebagai penyelidik konspirasi rahasia. Dia ditemani Katherina, anggota perkumpulan yang mengidap dyslexia, dan Muhammad, imigran ahli teknologi informasi yang hidup dari mengikuti berbagai kontes di internet.

10. Coraline – Neil Gaiman
CoralineDi flat yang ditempati keluarga Coraline ada 21 jendela dan 14 pintu. Tiga belas pintu bisa membuka-menutup, pintu ke-14 dikunci, dan dibaliknya hanya ada tembok batu bata. Suatu hari Coraline membuka pintu itu, dan menemukan lorong ke flat lain, di rumah lain yang persis dirumahnya.Mulanya semuanya tampak menyenangkan di flat itu. Makanannya lebih enak. Mainan-mainannya mengasyikkan. Tapi di sana ada ibu lain, ayah lain, dan mereka ingin menahan Coraline di situ selama-lamanya. Mereka ingin mengubahnya dan tidak melepaskannya lagi.Di rumah itu juga ada anak-anak lain yang terperangkap, jiwa-jiwa yang dipenjara di balik cermin. Dan Coraline satu-satunya harapan mereka untuk selamat.

Awalnya Neil Gaiman menulis Coraline dalam bentuk novel dan telah menyabet beberapa penghargaan, antara lain: 2003 Hugo Award for Best Novelle, 2003 Nebula Award for Best Novella, dan 2002 Bram Stoker Award for Best Work for Young Reader. Kini P. Craig Russel, seniman penerima banyak penghargaan, telah berhasil menghidupkan Coraline, nove bestseller dan menakjubkan karya Neil Gaiman ini menjadi novel grafis yang luar biasa indah.

 
3 Comments

Posted by on December 23, 2009 in Review

 

Tags: , , , , ,

3 responses to “Januari 2010 To-Read Wishlist

  1. Alfonsi

    December 31, 2009 at 11:37 pm

    The Lost Symbol terbit 20 Januari kan? Duh, nggak sabar..

     
  2. Grace Receiver

    May 26, 2010 at 10:08 am

    Selain A Great and Terrible Beauty, novel karya Libba Bray yang sudah terbit di Indonesia, ada lagi tidak ya?

     
    • mulinnuha

      May 27, 2010 at 12:24 pm

      sepertinya belum ada yang diterjemahkan lagi…

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: