RSS

Teknik Penyembunyian Informasi Pada Steganografi

10 Jan

Setelah membahas tentang pengertian steganografi, sekarang aku akan mencoba membahas mengenai teknik yang digunakan dalam menyembunyikan informasi atau data pada steganografi. Teknik ini aku kumpulkan dari berbagai sumber di antaranya adalah dari blog Andreas Tjong.

Teknik paling dasar dalam steganografi pada citra/gambar disebut Least-Significant Bit Coding. Pada audio sendiri, terdapat beberapa teknik dalam penyisipan informasi, diantaranya adalah Low Bit coding, Phase coding, Spread Spectrum, dan Echo Hiding. Disini, akan dijelaskan teknik dasar steganografi pada citra/gambar untuk melihat perbedaannya. Untuk audio, teknik steganografinya hanya akan dijelaskan garis besarnya.

Least-Significant Bit Coding

Bit atau binary digit adalah unit dasar penyimpanan data di dalam komputer, nilai bit suatu data adalah 0 atau 1. Semua data yang ada pada komputer disimpan ke dalam satuan bit ini, termasuk gambar, suara, ataupun video. Format pewarnaan di dalam media gambar, seperti grayscale, RGB, dan CMYK, juga menggunakan satuan bit ini dalam penyimpanannya. Sebagai contoh pewarnaan monochrome bitmap (menggunakan 1 bit untuk tiap pixelnya), RGB – 24 bit (8 bit untuk Red, 8 bit untuk Green, dan 8 bit untuk Blue), Grayscale-8 bit (menentukan tingkat kehitaman suatu pixel berdasarkan nilai bitnya).

Gambar di bawah ini adalah contoh gambar yang akan disisipi informasi. Gambar ini menggunakan format pewarnaan grayscale, artinya tiap pixel dari gambar ini direpresentasikan dengan nilai sepanjang 8 bit.

Misalkan data berupa text “secret” hendak disisipkan dalam gambar ini. Jika direpresentasikan ke dalam binary kata “secret” ini menjadi

character ASCII value (decimal) hexadecimal binary
s 115 73 01110011
e 101 65 01100101
c 99 63 01100011
r 114 72 01110010
e 99 63 01100011
t 116 74 01110100

Sesuai dengan namanya, LSB artinya bit yang tidak significant / tidak mempunyai pengaruh yang besar, maka metode ini mengganti nilai bit ke-8 gambar Lena untuk menyisipkan data.

Media (gambar Lena.jpg)

00000000 00000000 00000001 00000001 00000001 00000001 00000001 00000001
00000000 00000000 00000001 00000001 00000001 00000001 00000001 00000001
00000000 00000000 00000001 00000001 00000001 00000001 00000001 00000001
00000001 00000001 00000010 00000010 00000010 00000011 00000011 00000011
00000001 00000001 00000010 00000010 00000010 00000011 00000011 00000011
00000001 00000001 00000010 00000010 00000010 00000011 00000011 00000011

Data yang ingin disisipkan (kata “secret”)

0 1 1 1 0 0 1 1
0 1 1 0 0 1 0 1
0 1 1 0 0 0 1 1
0 1 1 1 0 0 1 0
0 1 1 0 0 0 1 1
0 1 1 1 0 1 0 0

Hasil akhir (Stego):

00000000 00000001 00000001 00000001 00000000 00000000 00000001 00000001
00000000 00000001 00000001 00000000 00000000 00000001 00000000 00000001
00000000 00000001 00000001 00000000 00000000 00000000 00000001 00000001
00000000 00000001 00000011 00000011 00000010 00000010 00000011 00000010
00000000 00000001 00000011 00000010 00000010 00000010 00000011 00000011
00000000 00000001 00000011 00000011 00000010 00000011 00000010 00000010

Setelah dikonstruksi ulang dari representasi binernya, gambar Lena yang telah disisipi informasi akan menjadi

Gambar yang telah disisipi informasi nyaris tidak memiliki perbedaan dengan gambar aslinya, karena yang diubah adalah bit paling belakang dari representasi biner gambar tersebut sehingga perubahannya tidak nampak oleh mata.

Low Bit coding

Cara ini mirip dengan LSB yaitu mengganti Least-Significant Bit namun file yang disisipi berupa audio file. Bedanya, jika pada gambar yang diganti adalah bit yang merepresentasikan warna, maka pada suara yang diganti adalah bit sampling dari file audio tersebut. Dengan metode ini keuntungan yang didapatkan adalah ukuran pesan yang disispkan relative besar, namun berdampak pada hasil audio yang berkualitas kurang dengan banyaknya noise.

Phase coding

Metode lain dalam steganography audio adalah merekayasa fasa dari sinyal masukan. Teori yang digunakan adalah dengan mensubstitusi awal fasa dari tiap awal segment dengan fasa yang telah dibuat sedemikian rupa dan merepresentasikan pesan yang disembunyikan. Fasa dari tiap awal segment ini dibuat sedemikian rupa sehingga setiap segmen masih memiliki hubungan yang berujung pada kualitas suara yang tetap terjaga. Teknik ini menghasilkan keluaran yang jauh lebih baik daripada metode pertama namun dikompensasikan dengan kerumitan dalam realisasinya.

Spread Spectrum

Metode selanjutnya adalah penyebaran spektrum. Dengan metode ini pesan dikodekan dan disebar ke setiap spectrum frekuensi yang memungkinkan. Maka dari itu akan sangat sulit bagi yang akan mencoba memecahkannya kecuali ia memiliki akses terhadap data tersebut atau dapat merekonstruksi sinyal random yang digunakan untuk menyebarkan pesan pada range frekuensi.

Echo Hiding

Metode terakhir yang sering digunakan adalah menyembunyikan pesan melalui teknik echo. Teknik menyamarkan pesan ke dalam sinyal yang membentuk echo. Kemudian pesan disembunyikan dengan menvariasikan tiga parameter dalam echo yaitu besar amplitude awal, tingkat penurunan atenuasi, dan offset. Dengan adanya offset dari echo dan sinyal asli maka echo akan tercampur dengan sinyal aslinya, karena sistem pendengaran manusia yang tidak memisahkan antara echo dan sinyal asli.

 
6 Comments

Posted by on January 10, 2010 in Share

 

Tags: , , , , ,

6 responses to “Teknik Penyembunyian Informasi Pada Steganografi

  1. sadly

    January 17, 2011 at 3:41 pm

    salam knl sob., ane mo mnt tlong nih punya softcopy ttg sneganografi ga? atau buku referensinya? ane lgi nyusun skripsi ttg steganografi dg metode LSB.
    klo ada tlg krim k email ane ya sob : sadly.source@gmail.com
    thank sblumnya

     
    • ulinnuha

      January 18, 2011 at 9:48 pm

      wah, maaf, saya tidak punya.. artikel ini saya dapat dari hasil googling di internet.

      Kalau mau cari paper ttg steganografi, coba lihat di http://www.sciencedirect.com.

       
  2. Stacia

    September 6, 2012 at 8:06 pm

    kl audio steganografi atau audio watermarking ada gk?

     
    • ulinnuha

      September 30, 2012 at 8:29 pm

      di-googling aja, mestinya ada kok..

       
  3. Hary Iraone

    January 19, 2015 at 10:17 am

    salam kenal gan, saya mau nanyak nih ttg topik yang diatas itu kan cara buatnya terus gmana cara kita bacanya ,,,
    masih bingung bisa dijelasin gak seperti diatas,,,

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: