RSS

[Review] The Sorceress Bahasa Indonesia

26 Jul

Setelah lama tidak mengisi blog ini, kali ini saya akan mereview The Sorceress, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #3. Mungkin ini tidak bisa disebut review tapi lebih bisa disebut spoiler karena banyak bocoran-bocoran plot dalam review ini. So, read at your own risk🙂

Informasi Buku

Judul: The Sorceress, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #3
Pengarang: Michael Scott
Penerjemah: Muhammad Baihaqi
Editor: Nadya Andwiani
Korektor: Endah Sulwesi
Ilustrator Cover: Michael Wagner
Terbitan: Edisi Inggris, Mei 2009; Edisi Indonesia, Maret 2010
Harga: 87.500

Cover

Di buku ketiga seri The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel ini, Michael Wagner masih menggunakan tema ilustrasi yang sama seperti buku satu dan buku dua: gambar perkamen yang dihiasi simbol-simbol alkimia di sisi kanan dan kiri cover depan, empat simbol di sudut-sudut cover yang merepresentasikan objek/tokoh cerita, dan satu objek utama di tengah.

Objek-objek yang berada di cover tsb adalah
Di pojok kiri atas: Laba-laba yang melambangkan sang Tetua Laba-laba Areop-Enap
Di pojok kanan atas: tombak dengan tiga mata-tombak, atau trident (atau trisula ya?) yang merupakan senjata Nereus, The Old Man of the Sea
Di pojok kiri bawah: Stonehenge, situs kuno di Inggris yang menjadi latar puncak di novel ini
Di pojok kanan bawah: gambar rusa bertanduk yang melambangkan Dewa Bertanduk, salah satu karakter di buku ini juga
Di tengah buku: Gambar dua pedang yang saling bersilangan. Sepertinya itu pedang kembar Excalibur dan Clarent, dua dari empat pedang legenda yang memiliki ikatan kuat dengan cerita dan memiliki kejutan di akhir cerita.
Di persilangan kedua pedang tersebut terdapat garis-garis lengkung yang melambangkan simbol air, sihir elemental yang akan dipelajari si kembar di buku ini.

Plot
Berbeda dari dua pendahulunya yang banyak mendapat kritikan tidak masuk akal dan ditulis layaknya review dan minim deskripsi, seri ketiga dari The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel ini banyak mengungkapkan latar belakang dan rahasia-rahasia yang mendasari cerita dan membuat ketidakmasukakalan yang terjadi di buku pertama menjadi lebih masuk akal.

Buku setebal 500an halaman ini bercerita tentang kelanjutan petualangan Si Kembar Josh dan Sophie Newman—yang diklaim oleh Nicholas Flamel, sang Alchemyst, sebagai Si Kembar Dalam Legenda yang diramalkan dalam Buku Abraham Sang Magus—dalam misi untuk mempelajari kelima sihir elemental. Kali ini mereka, bersama Flamel, pergi ke London untuk menemui Gilgamesh Sang Raja untuk belajar sihir air.
Setelah kabur dari kejaran Machiavelli dan Dee di Prancis, rombongan Flamel, Scathach, dan si kembar pergi ke Inggris untuk menemui Gilgamesh, imortal tertua yang masih hidup di bumi, yang menguasai semua sihir elemental namun tidak mempunyai aura untuk menggunakannya. Kedatangan mereka langsung disambut oleh Genii Cuculati—makhluk mitologi pemakan daging, Cucubuth—peminum darah keturunan vampir dan Torc Madra, dan Dearg Due—vampir petarung yang terkenal dalam mitologi Celtic. Mereka kemudian ditolong oleh Palamedes, sang Ksatria Sarachen dari cerita Arthurian dan dibawa ke markasnya. Di markas-bentengnya tersebut, rombongan Flamel bertemu dengan William Shakespeare, penyair Inggris terkenal yang ternyata memiliki ikatan masa lalu dengan Flamel dan Dee.

Jauh di Alcatraz, Perenelle—yang berhasil kabur dari Sphinx—bersembunyi di reruntuhan Rumah Sipir karena auranya belum benar-benar kembali pulih. Dalam persembunyiannya bersama Sang Tetua Laba-laba, Areop-Enap, ia diserang ribuan lalat beracun kiriman Billy the Kid, imortal suruhan Dee yang semasa hidupnya merupakan pembunuh berdarah dingin di Amerika. Di sini, pembaca akan mengetahui kesaktian sang Sorceress yang membuat imortal dan Elder takut sekaligus ingin membunuhnya.
Di sisi lain, Dee kembali bertemu dengan Machiavelli, untuk membahas kegagalan mereka dan menyusun rencana baru. Dee mengunjungi Mars di katakomba Paris untuk memberikan penawaran pembebasan pada Tetua yang telah Membangkitkan Josh tersebut. Dan dengan bantuan Tetua-nya yang misterius, Dee mengirimkan Cernunnos, Archon yang dijuluki Dewa Bertanduk, beserta pasukannya untuk memburu rombongan Flamel di markas Palamedes.

Flamel dan si kembar masih mencari Gilgamesh untuk mengajari sihir air walaupun mereka diburu oleh Cernunnos. Dan adegan kejar-kejaran ini berujung pada pertempuran di Stonehenge dan penemuan fakta tentang Excalibur dan Clarent terkait dengan ramalan Abraham di buku Codex…

Terjemahan Indonesia
Edisi terjemahan buku ini tidak kalah enak-dibaca dengan edisi aslinya.Fakta bahwa penerjemah buku 1, buku 2, dan buku 3 dari seri ini berbeda tidak lantas membuat “rasa” terjemahan ketiga buku tersebut berbeda jauh. Terjemahan istilah-istilah yang digunakan juga masih konsisten.

Di edisi aslinya, penulis tidak menyertakan banyak referensi mengenai tokoh-tokoh, lokasi, dan latar belakang sejarah yang digunakan sebagai pendukung cerita. Mungkin penulis berharap pembaca mencari sendiri tentang hal-hal seperti puisi-puisi Shakespeare, meletusnya Gunung Etna, siapa itu Billy the Kid, dan lain-lain. Tapi untungnya penerjemah menyertakan beberapa footnote untuk memperjelas dialog dan kalimat di buku ini.
Penerbit Matahati patut diacungi jempol untuk masalah layout. Ukuran buku, margin, jenis dan ukuran font, spacing dan jenis kertas yang digunakan membuat buku ini nyaman untuk dibaca. Mungkin hal ini sepele, tapi hal ini menurut saya penting bagi sebuah buku. Saya pernah membaca buku sangat lama, bahkan tidak menyelesaikannya hanya gara-gara buku tersebut menggunakan Times New Roman 10pt dengan single spacing (#sisipanCurcol). Dibanding buku dua, penjilidan buku ini terasa lebih bagus dan tidak mudah patah.

Korektor buku ini juga telah bekerja dengan baik karena aku nyaris tidak menemukan typo di buku ini. Tapi nyaris bukan berarti tidak ada sama sekali (pembaca notes ini lempar telor sambil bilang, “eh kamu ini reviewer atau korektor sih?” :p ). Aku menemukan typo berikut:
Hal 7 Baris 8: Kuperkirakan sejak Kamis kemarin, aku telah menua setidaknya satu dekake -> dekade
Hal 347 Baris 12: Dia telah menjadi magician, sorcerer, necromancer, dan alchemyst dalam waktu yang sangat panjang; ini deskripsi untuk Dee. Setahuku, julukan alchemyst itu hanya diperuntukkan untuk Flamel, sedangkan untuk yang lain ditulis alchemist🙂 Di edisi aslinya pun ditulis alchemist.

Terlepas dari itu semua, cerita luar biasa + terjemahan apik + cover dan layout bagus membuat buku ini sayang kalau tidak dikoleksi (#bukanIklan :p )

Teori dan lain-lain
Sepertinya penyihir Endor memberikan ingatannya kepada Sophie untuk tujuan khusus. Mungkin dia tidak ingin benar-benar mati. Seperti kata Gilgamesh berikut, “Pada saat tak seorang pun mengingatmu lagi, itulah saat kau benar-benar musnah. Itu adalah kematian yang sebenarnya.”

Mungkin nggak sih kalau Si Kembar yang menghancurkan Danu Talis di masa lalu itu Josh dan Sophie (yang entah bagaimana pergi ke masa lalu). Kan Gerbang Ley juga bisa dipakai untuk transport lintas waktu. Di buku ini ada kutipan yang mendukung teori itu
Kata-kata Cernunnos pada si kembar

Dewa Bertanduk itu memandangnya; matanya berpendar saat pupilnya menyipit menjadi satu garis hitam. “Kita pernah bertemu sebelumnya,” katanya dengan nada heran, memandangi si kembar.
Terkejut, si kembar menggelengkan kepala serentak.
“Pernah,” desak Dewa Bertanduk itu.

“Aku tahu kalian,” ucap Cernunnos tegas. “Namun itu adalah misteri yang akan kita pecahkan nanti,” tambahnya.

Kata-kata Gilgamesh pada Sophie

“Aku mengenal kalian.”
Sophie melirik saudaranya. Si Dewa Bertanduk juga mengatakan hal yang sama.

Lalu

“Ada seorang gadis pada masa itu yang meneteskan air mata perak, yang menangis untuk seorang pangeran di masa itu, yang menangis untukku, dan untuk dunia yang akan dia hancurkan.”

Well, sepertinya masih ada tiga buku lagi sebelum semua misteri itu terungkap.

 
8 Comments

Posted by on July 26, 2010 in Review

 

Tags: , , , , , ,

8 responses to “[Review] The Sorceress Bahasa Indonesia

  1. rhien crp

    September 1, 2011 at 1:30 pm

    aahh sialll, jadi ga sabar mw baca 2 novel terahkir ><
    yg kamu bilang itu kemungkinan bgt bnr!! ah kok aku baru nyadar skarang sih *beggookk
    hei, kau ng review yg the alchemist n the magician ga?
    tmn q pingin bgt baca bukunya, tp aku g pny, jd mo kasih review nya aja,😀

     
  2. Irna

    January 20, 2014 at 11:19 am

    aq kehabisan bukunya dimana-mana… kira2 dimana ya beli buku sorceress

     
  3. paupau

    December 23, 2014 at 4:19 pm

    Ada yg jual bukunya gak? Soalnya dicari dimana” gaada. Kalo ada yg jual aku mau beli seri ke 3-6

     
    • m. ulinnuha

      January 8, 2015 at 2:33 pm

      biasanya di jakarta book fair dan indonesia book fair di senayan ada.. emang udah susah carinya, soalnya penerbitnya udah tutup..

       
  4. Tiana

    January 8, 2015 at 1:46 pm

    aku mau buku ini tapi gak nemu2 juga, kayaknya sedikit telat. tp pengen bgt. minta pencerahannya doong….

     
    • m. ulinnuha

      January 8, 2015 at 2:34 pm

      kayaknya kalo di toko udah agak susah nyarinya, penerbitnya udah tutup juga.. desember kemarin liat di bookfair di senayan sih..

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: