RSS

[Review] The Necromancer Bahasa Indonesia

02 Feb

Judul: The Necromancer, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #4
Penulis: Michael Scott
Penerjemah: M. Baihaqqi
Penyunting: Nadya Andwiani
Korektor: Bayu Ekawana
Ilustrator cover: Michael Wagner
Penerbit: Penerbit Matahati
Terbitan: Cetakan 1, 17 Januari 2011, 491 halaman

Preview

Setelah membuat review penuh spoiler dari The Alchemyst, The Magician, dan The Sorceress, sekarang saya akan mengulas tentang buku keempat dari seri The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel ini. Seperti biasa, di review berikut mungkin ada spoilernya, jadi jika tidak mau mendapat spoiler ya jangan baca review ini😀

Sebelumnya, di The Alchemyst, si kembar Josh dan Sophie mendapati bahwa mereka merupakan si kembar dalam legenda yang ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia atau menghancurkannya. Mereka dibawa oleh Nicholas Flamel dan istrinya menuju Yggdrassil, kediaman Hecate, untuk Dibangkitkan sehingga mampu menerima ilmu sihir. Dibantu Scatchach, si gadis petarung dari mitologi Celtic, mereka pun harus melindungi codex–kitab kuno–dan berlari dari kejaran John Dee, immortal licik yang menjadi kaki tangan Tetua Gelap yang hendak bangkit dan menguasai dunia.

Di The Magician, si kembar dan Flamel kabur ke Paris untuk menghindari kejaran Dee. Di sana, Sophie belajar Sihir Api sedangkan Josh Dibangkitkan oleh Mars, si dewa perang. Mereka, dibantu oleh Joan of Arc dan suaminya, kemudian harus berlari dari kejaran makhluk-makhluk mitologi berbahaya yang merupakan utusan Dee dan sekutunya yang licik, Nichollo Machiavelli.

Di The Sorceress, si kembar dan Flamel kabur ke London untuk melanjutkan pelatihan sihir mereka. Di sana mereka belajar sihir air kepada manusia immortal tertua di bumi dan bertemu penyair terkenal dari masa lalu–yang ternyata merupakan seorang immortal. Dibantu Billy the Kid, John Dee menyusun strategi baru untuk membawa si kembar kepada Tetua Gelap dan mencuri dua lembar terakhir codex dari tangan Flamel dan si kembar, termasuk memanggil Cernunnos, si dewa bertanduk bangsa Celtic yang tak segan untuk membunuh demi mencapai tujuannya.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Sinopsis

San Francisco:
Josh dan Sophie Newman akhirnya kembali ke kotanya, setelah petualangan tanpa henti di Ojai, Paris, hingga London. Pengalaman dan ilmu yang mereka peroleh dalam seminggu terakhir, malah membuat mereka bingung akan masa depan mereka. Keduanya belum menguasai seluruh sihir yang diperlukan untuk menghadapi para Tetua Gelap, sementara Dr. John Dee masih terus mengejar mereka tanpa lelah. Namun yang paling mengganggu pikiran mereka adalah, dapatkah mereka memercayai Nicholas Flamel? Siapa yang sebenarnya bisa mereka percaya?

Alcatraz:
Setelah berhasil mempedaya Machiavelli dan Billy the Kid hingga berhasil lolos dari Alcatraz, Perenelle Flamel bergabung kembali dengan Nicholas Flamel. Kini keduanya harus berjuang lagi untuk menghadapi Machiavelli yang akan melepas monster-monster buas yang terkumpul di Alcatraz ke San Francisco. Perenelle didukung oleh Nicholas memang cukup tangguh, namun mereka terus menua setiap hari, pertarungan itu bisa membunuh keduanya.

London:
Dee yang untuk kesekian kalinya gagal melaksanakan tugas dari majikan Tetuanya, kini dinyatakan sebagai buronan dan berbalik dikejar oleh sekian banyak makhluk buas. Namun Dee memiliki rencananya sendiri. Dengan Codex dan monster-monster di Alcatraz, dia dapat mengambil alih dunia. Dee memerlukan seseorang untuk dilatih menjadi Necromancer, untuk membangkitkan Induk dari Segala Dewa. Dan si Kembar adalah murid yang sempurna untuk itu.

Saat terjadinya Litha semakin dekat.

Para Tetua Gelap semakin kuat.

Josh dan Sophie Newman akhirnya kembali ke San Fransisco, setelah petualangan tanpa henti di Ojai, Paris, hingga London. Mereka menyadari bahwa ada lebih dari sekadar butiran kebenaran di setiap mitos dan legenda. Pengalaman dan ilmu yang mereka peroleh dalam seminggu terakhir, membuat keduanya bingung akan masa depan mereka. Si kembar belum menguasai seluruh sihir yang diperlukan untuk menghadapi para Tetua Gelap, sementara Dr. John Dee masih terus mengejar mereka tanpa lelah.

Sementara itu di London, Dr. John Dee, yang untuk kesekian kalinya gagal melaksanakan tugas dari majikan Tetuanya, kini dinyatakan sebagai buronan dan berbalik dikejar oleh sekian banyak makhluk buas. Namun, Dee memiliki rencana sendiri untuk menguasai dunia.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Review

Setelah mengalami petualangan panjang ke Ojai, Paris, London, dan bahkan ke Alam Bayangan, Josh dan Sophie akhirnya punya kesempatan untuk istirahat dan pulang ke rumah bibi mereka di Pacific Heights. Tapi, tanpa disangka-sangka, mereka didatangi oleh wanita berwajah mirip Scathach yang kemudian menculik Sophie demi suatu tujuan tertentu. Josh, betapa pun tak percayanya dia kepada suami-istri Flamel, akhirnya meminta bantuan kepada mereka berdua untuk menemukan saudari kembarnya itu.

Sang Alchemyst dan Sorceress, Nicholas dan Perenelle Flamel, sudah sangat melemah–mereka tidak bisa lagi membuat Cairan Kehidupan karena bagian Codex yang memuat ramuannya saat ini dibawa oleh Dee. Mereka hanya punya beberapa hari dan sedikit sisa energi sihir untuk menyelesaikan pelatihan sihir bagi si kembar dan berusaha menahan bangkitnya Tetua Gelap sebelum efek Cairan Kehidupan tersebut memudar dan maut merenggut keduanya.

Scathach dan Joan yang tersesat di tempat (atau waktu) lain setelah melewati gerbang ley yang dijampi-jampi oleh Machiavelli bertemu dengan pria misterius bertangan kait-besi yang dulunya juga membantu Flamel menerjemahkan codex. Ia ternyata punya rencana sendiri terhadap si kembar dan ramalan yang akan si kembar jalani.

Machiavelli, walaupun gagal membereskan Sang Sorceress di Alcatraz, masih dimaafkan oleh para Tetua. Ia dan Billy the Kid kini diberi tugas baru untuk membebaskan monster-monster yang terkurung di Alcatraz.

Dan setelah tiga kali gagal menangkap si kembar, John Dee, dinyatakan sebagai buronan oleh para Tetua Gelap dan ia kini harus hidup dalam pelarian. Tapi Sang Magician tsb kini memiliki keempat pedang elemental–Excalibur, Clarent, Durendal, dan Joyeuse–yang terkenal itu. Bersama Virginia Dare, sekutu barunya yang tidak kalah mematikan, ia berencana untuk melawan para Tetua Gelap dengan memanfaatkan salah satu dari si kembar sebagai umpan.

Di buku keempat ini, pembaca juga akan diperkenalkan Tetua dan immortal baru yang dikenal dalam mitologi dan sejarah bangsa Yunani, Celtic, Amerika Selatan, dan Jepang. Di sini, masing-masing karakter juga semakin jelas perannya dalam konflik utama cerita, walaupun penulis masih menyisakan ruang abu-abu pada masing-masing karakter. Masing-masing karakter diberi motif kuat untuk melakukan kebaikan dan keburukan sekaligus. Hubungan kekerabatan antar dewa (atau Tetua) juga dijelaskan lebih detail di buku ini.

Seperti buku-buku sebelumnya, ada banyak referensi sejarah yang dimuat di buku ini, walaupun ditulis sambil lalu saja. Sebut saja Gempa Bumi San Francisco tahun 1906, Perang Sekigahara, dan Ledakan Tunguska di Rusia tahun 1908. Semua kejadian itu dihubungkan dengan adanya intervensi para Tetua atau immortal yang menjadi tokoh dalam buku ini. Penulis berhasil meramu sejarah dan mitologi beserta tokoh-tokohnya dalam jalinan ceritanya sendiri. Penulis juga masih mempertahankan gaya ceritanya yang bikin penasaran itu; penasaran dan tidak rela meninggalkan buku sebelum membaca sampai halaman terakhir.
Seperti biasanya, edisi terjemahan Indonesia buku ini dikemas dengan sangat bagus. Cover dan layoutnya sedap dipandang. Kertas yang digunakan bagus. Terjemahan dan editannya pun juga bagus. Namun ada satu hal yang agak mengganjal di hati saya: di buku-buku sebelumnya Air Magic diterjemahkan menjadi Sihir Udara sedangkan di buku keempat ini Air Magic diterjemahkan menjadi Sihir Angin. Namun demikian, untungnya terjemahannya konsisten di sepanjang buku ini.

Untuk koreksi typo, memang ada beberapa kesalahan ketik di cetakan pertama buku ini, walaupun tidak sampai taraf mengganggu. Typo tersebut di antaranya ada di hal 54 (pnta), hal 66 (sepatu keds), hal 157 (an apa hubungannya), hal 196 (,0), hal 343 (di otak-atik).

Buku ini menurut saya sangat adiktif. Alurnya cepat, sampai-sampai saya tidak sadar ketika sudah menjelang akhir buku, saking serunya. Dari The Necromancer, saya juga bisa banyak belajar mitologi dan sejarah dari buku ini. Dan saya memberikan 4,5 bintang untuk buku keempat seri Nicholas Flamel ini. Sepertinya, penantian buku kelima dan keenam, yang rencananya akan menjadi penutup seri sekaligus penutup petualangan si kembar, akan menjadi penantian yang panjang🙂

PS:

  • Reviewku kaku sekali ya, udah jarang ngreview :p
  • Oh iya, di sini ternyata penulis juga menerapkan konsep bahwa untuk masuk suatu tempat, vampir harus diijinkan masuk oleh si pemilik tempat. Mirip dengan konsep di novel Let the Right One In dan konsep di novel vampir “normal” lainnya. #nomention
  • Mungkin pembaca yang suka bermain game Zuma akan menemukan bahwa salah satu nama dewa yang ada di game itu akan menjadi salah satu tokoh di buku ini😀
  • *spoiler* Urutan gerbang yang dilalui oleh Scathach di Xibalba adalah 1 1 2 3 5 8 13. Fibonacci!!
 
7 Comments

Posted by on February 2, 2011 in Review

 

Tags: , , , , , , , , ,

7 responses to “[Review] The Necromancer Bahasa Indonesia

  1. Re

    February 16, 2011 at 12:30 am

    Soal vampir, kykny emg udh umum deh ‘nggak bisa masuk kalau nggak diizinkan’ itu.
    Di ‘From The Dark’ny Michele Hauf jg gtu, d manga ‘entah-apa-sy-lupa’ juga.
    Tp d Twilight nggak.

    Masukin ane ke antrian pinjem!!😀

     
    • ulinnuha

      February 16, 2011 at 1:06 am

      iyo.. aku mau nambahin keterangan itu di dalam kurung. tapi lali-lali. hehehe..

      kan aku baca cerita vampir cuma di Twilight sama Vampire Academy. Dan di situ (Twilight) kan konsepnya bukan Vampir nggak bisa masuk kalo nggak diijinin, tapi vampir bakalan glitter-glitter kalo kena matahari. akakak

      bukane amu wis moco bahasa inggrise yo? eh, emang amu kae wis moco Sorceress sing Bahasa Indonesia??

       
  2. willie

    February 23, 2011 at 3:48 pm

    billy the kid siapa ya?? saya sudah baca alchemist magician n sorceress tapi saya lupa siapa itu billy the kid.. sebelumnya saya kria billy the kid itu nama lainnya john dee.. teryata saya baru sadar kalo john dee sama billy the kid itu beda.. tolong jawabannya

     
    • ulinnuha

      February 23, 2011 at 10:07 pm

      Billy the Kid itu tokoh Amerika tahun 1800-an yang terlibat Lincoln County War. Menurut cerita, dia dituduh membunuh 21 orang, tapi yang umum dipercaya dia membunuh antara 4 sampai 9 orang. Dia mati muda, umur 21 – 22 tahun. Info lengkapnya di http://en.wikipedia.org/wiki/Billy_the_kid

      Kalo di buku, dia muncul pertama kali di The Sorceress. Dia yang mengirimkan sepasukan makhluk pembawa racun untuk membunuh Perenelle di Alcatraz. Di akhir The Sorceress dia kan terjebak di Alcatraz bersama Machiavelli.

      Iya, dia beda sama John Dee. Kalo John Dee itu manusia yang hidup tahun 1500-1600-an.. Info lebih lengkap di http://en.wikipedia.org/wiki/John_dee🙂

       
  3. Re

    March 11, 2011 at 5:04 pm

    yep. Q bru tw glitter-mode d Twilight.
    Inovasi baru kykny. Bysny kan burn-to-ash kemana-mana..

    Mwahahaha. Jujur, q ws lali kbh critane spt apa lkpny.
    Kykny suatu saat hrs pjm smua lkp deh. Pas nganggur berat tepatny. *ngedip*

    sori, ni lwt hape, jd kykny salah tempat,,😛

     
  4. popi

    September 12, 2011 at 10:25 am

    buku ke lima (the warlock) ada yang udah baca ga?
    kira2 di indonesia kluar e kapan ya?!!!!

     
    • ulinnuha

      September 12, 2011 at 11:53 am

      saya sudah baca edisi bahasa Inggris-nya🙂 keren…
      Reviewnya saya taruh di sini

      katanya, The Warlock bakal terbit sekitar awal 2012 (Januari, mungkin)

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: