RSS

Dream. Fight. Ikhlas!: Bedah Buku “Ranah 3 Warna” Parade SITC ITS 2011

16 Apr

Setelah membaca notes dari Mustofa, saya jadi ingin menulis tentang acara Bedah Buku “Ranah 3 Warna” yang diadakan oleh SITC (Studi Islam Teknik Computer-Informatika) ITS tadi siang. Acara bedah buku ini adalah salah satu acara dari rangkaian acara Parade SITC ITS 2011 selain Lomba Kaligrafi Mahasiswa dan Bakti Sosial di Keputih. Satu hal yang perlu saya sebutkan adalah bahwa acara bedah buku kali ini berhasil menarik peserta tidak hanya dari ITS saja, tapi juga dari Unair, Unesa, dari Krian – Sidoarjo, dan bahkan ada yang dari Kepanjen – Malang.

Acara yang seharusnya dimulai pukul 09.00 tadi sempat menemui kendala karena di ITS sedang ada pemadaman listrik. Dan pembicara “diharuskan” untuk mengamalkan mantra dari buku karangannya ini: Man Shabara Zhafira (siapa yang sabar akan beruntung). Hihihi. Untungnya panitia segera tanggap dan mengusahakan agar Gedung Pascasarjana lantai 3 yang menjadi TKP tersebut bisa segera dialiri listrik. Good job, teman-teman :p

Setelah didahului introduction dari MC dan sambutan dari ketua dan pembina SITC, Eko Wahyu Wibowo dan Bapak Imam Kuswardayan, akhirnya acara “bedah buku”-nya dimulai. Bedah bukunya sendiri tidak terlalu banyak membahas cerita di buku Ranah 3 Warna karena tentu saja akan menjadi spoiler besar-besaran bagi yang belum membaca. Alih-alih, bedah buku ini lebih membahas mozaik atau semacam outline dari cerita Ranah 3 Warna itu sendiri (yang juga saya tulis ulang di review Ranah 3 Warna).

Ahmad Fuadi juga menyampaikan apa saja pesan yang ingin ia tuliskan di trilogi Negeri 5 Menara ini, yaitu:

  • Niat kuat dan ikhlas akan menjadi energi abadi bagi usaha kita
  • Impian tinggi: “Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar”. Tuliskan mimpi itu agar kita tidak lupa.
  • Usaha keras di atas rata-rata. Going the extra miles.
  • Doa dan syukur (baik dari diri pribadi, guru, dan orang tua) akan menjadi energi ajaib bagi apapun yang kita lakukan.
  • Berprasangka baik kepada semua orang
  • Ikhlas. Let go.
  • Man Jadda Wajada (siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses)
  • Man Shabara Zhafira (siapa yang bersabar akan beruntung)
  • Man Sara ala Darbi Washala (siapa yang berjalan di jalannya akan sampai ke tujuan)

Selain bedah buku, Ahmad Fuadi juga meng-encourage peserta untuk menulis. Mengapa menulis? Alasannya adalah sebagai berikut

  • Memperpanjang umur; kita bisa saja mati tapi karya kita akan selalu dikenang. Ini membuat saya teringat quote dari Chuck Palahniuk, “We all die. The goal isn’t to live forever, the goal is to create something that will.
  • Amal yang tidak putus pahalanya. Ya, salah satu amalan yang tidak putus pahalanya adalah ilmu yang diajarkan kepada orang lain.
  • Bersyukur dan berterima kasih kepada Allah atas ilmu yang telah diberikan.
  • Melalui tulisan, kita bisa berdakwah personal dan dakwah bil qolam (dengan pena).

Suasana bedah buku dilihat dari bangku penonton

Pada satu sesi tanya jawab, ada peserta yang bertanya bagaimana cara menulis yang baik itu. Dan jawabannya adalah “pake tangan!”. kidding😀
Mas Fuadi menjelaskan bagaimana cara dia menulis dan apa saja yang ia perlukan dalam menulis:

  • Meluruskan niat. Untuk apa kita menulis?
  • Subjek yang familiar. Jika belum familiar, risetlah terlebih dahulu.
  • Rajin membaca literatur sejenis.
  • Konsisten dalam menulis. Jika satu hari kita bisa menulis satu halaman, maka satu tahun kita bisa menghasilkan 365 halaman (di samping proses editing tentunya).
  • Referensi lain seperti google, foto, video dokumentasi, buku teknik menulis, dan sebagainya.

Setelah sesi bedah buku, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini, banyak peserta yang over-excited, hingga gugup dalam menyampaikan pertanyaannya. Banyak yang merasa senang akhirnya bisa bertemu dan bertanya langsung kepada penulis Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna itu.

Well, secara overall, acara dari SITC ini berjalan cukup sukses, walaupun ada beberapa momen yang membuat saya “tersenyum”. Yang pertama adalah ketika MC (Maulidan dan Aldi) menyapa para peserta dan menanyakan asal universitas para peserta. “Ini ada yang dari ITB? […] Oh tidak ada yang angkat tangan ya? […] Oh iya, penulisnya ya yang dari ITB?!” Umm, penulisnya itu dari Universitas Padjajaran kali.

*Spoiler Alert: kalau kamu belum membaca Ranah 3 Warna, lewatkan paragraf ini!*
Momen kedua adalah ketika sang moderator, Ahmad Mustofa, membuat pertanyaan untuk kuis berhadiah buku Ranah 3 Warna. Pertanyaan yang dia ajukan adalah, “Siapa nama wanita yang diajak Alif Fikri ke Kanada pada ending Ranah 3 Warna?” Banyak yang mengangkat tangannya; saya sendiri hampir mengangkat tangan (ya, saya datang sebagai peserta, bukan panitia :p). Saya awalnya mau menjawab Yayi atau Danya Dewanti, etapi itu kan nama aslinya, sementara di buku itu kan tokoh-tokohnya memakai nama fiktif semua. Dan saya sendiri lupa siapa nama yang disebutkan di buku itu. Akhirnya Mustofa memilih dan menunjuk satu orang dari deretan akhwat untuk maju menjawab pertanyaan. Dan Mustofa mengulang pertanyaannya, “Siapa nama wanita yang diajak Alif Fikri ke Kanada pada ending Ranah 3 Warna?”. Akhwat itu memucat. Dia tidak tahu jawabannya. Dia mungkin mengira pertanyaannya adalah tentang siapa nama wanita yang ditaksir Alif. Dalam keadaan gugup akhirnya dia menjawab jawaban untuk pertanyaan yang dikiranya itu. Tapi akhirnya, panitia memberinya hadiah. Setelah itu, sang moderator berkata kepada Mas Fuadi, “Mungkin penulisnya bisa memberikan jawaban untuk pertanyaan tadi. Siapa nama wanita yang diajak Alif Fikri ke Kanada pada ending Ranah 3 Warna.” Dan Mas Fuadi menjawab, “Memangnya di buku itu disebutkan namanya?!” krik. krik. krik.

Acara ditutup dengan sesi booksigning dan foto bareng.

Sesi Foto Bareng (dengan banyak bintang tamu di belakang)

Dan saya berhasil dapat tanda tangan juga. (pamer ceritanya)

Dream. Fight. Ikhlas!

PS: Ternyata acara ini diliput ITS Online. Link artikelnya ada di sini.

 
2 Comments

Posted by on April 16, 2011 in Informatics

 

2 responses to “Dream. Fight. Ikhlas!: Bedah Buku “Ranah 3 Warna” Parade SITC ITS 2011

  1. Ahsan

    April 23, 2011 at 9:55 pm

    Good Job, Lin.
    Heh, kok nakalan. Bukuku gak dikasih pesan-pesan gitu😦

     
    • ulinnuha

      April 23, 2011 at 11:02 pm

      iya dong, soalnya aku keren :p

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: