RSS

[Review] Assassin’s Apprentice – Robin Hobb

14 Jun

Judul: Assassin’s Apprentice
Seri: Trilogi Farseer #1
Penulis: Robin Hobb
Penerjemah: Barokah Ruziati
Editor: Lulu Fitri Rahman
Proofreader: Tendy Yulianes
Penerbit: Penerbit Matahati
Terbit / Halaman: Cetakan I, Juni 2011 / 532 Halaman
Genre: Epic/High Fantasy

Buku ini berkisah tentang Fitz, anak di luar nikah dari Pangeran Chivalry–putra mahkota keluarga Farseer. Keluarga Farseer adalah keluarga raja yang menguasai daerah Enam Duchy (Six Duchies)–enam daerah yang masing-masing dipimpin oleh duke atau duchess. Pada usianya yang keenam, Fitz dipisahkan dari ibunya dan dikirim ke istana. Kedatangan Fitz menjadi berita hangat di kerajaan. Alih-alih mengakui Fitz, Pangeran Chivalry mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai calon raja dan pergi dari istana. Fitz kemudian diasuh oleh Burrich, kepala istal kerajaan yang juga abdi setia Pangeran Chivalry.

Di masa kecilnya, Fitz hidup dalam kesepian, diabaikan, dan cenderung dipandang rendah oleh penduduk istana. Namun semuanya berubah ketika Raja Shrewd–Raja Enam Duchy saat ini, yang juga adalah kakek Fitz–mengambil sebuah keputusan. Raja ingin melatih Fitz, dan sebagai gantinya Fitz harus memberikan kesetiaannya kepada sang raja. Fitz dilatih baca tulis, etiket, dan persenjataan. Dan atas perintah raja pula, secara diam-diam Fitz juga diajari seni membunuh oleh seseorang bernama Chade. Menurut Raja, membunuh adalah salah satu cara untuk memperlancar diplomasi kerajaan.

Selain memiliki bakat yang lebih daripada anak-anak seusianya (yang digambarkan penulis dari cara berpikir dan kata-kata yang keluar dari mulutnya), Fitz juga memiliki Kecerdasan dan Keahlian. Kecerdasan adalah kemampuan berbahaya untuk menjangkau pikiran binatang. Keahlian adalah bakat turun-temurun semacam telepati yang dimiliki anggota keluarga Farseer.

Walaupun ia sudah berusaha untuk “bersembunyi” dan tidak menarik banyak perhatian, Fitz mau tak mau harus terlibat dalam intrik politik di kerajaan. Diakui atau tidak, ia masih keturunan raja dan walaupun berada di urutan terakhir, ia juga berada dalam daftar ahli waris kerajaan. Konflik mulai terjadi ketika perompak ganas dari bangsa Outisland menyerang desa-desa di wilayah Enam Duchy dan menculik penduduk. Walaupun kelihatannya para perompak tersebut hanya menyebabkan sedikit kerusakan, Enam Duchy sebenarnya berada dalam bahaya yang lebih besar…

…dan Fitz mau tak mau harus terseret dalam konflik ini.

Setting dunia Enam Duchy dijelaskan dengan detail oleh penulis. Sejarah berdiri, sistem pemerintahan, karakter penduduk dan mata pencaharian, transportasi yang digunakan, sampai aspek ketuhanan diceritakan di buku pertama ini. Bahkan, di halaman awal, terdapat peta wilayah Enam Duchy itu sendiri.

Dan karena banyak penjelasan setting, menurut saya bab-bab awal buku ini terkesan lambat. Di setiap awal bab diceritakan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Enam Duchy. Deskripsi Enam Duchy dan masa kecil Fitz di bagian awal buku ini–yang diceritakan dengan paragraf-paragraf dan kalimat-kalimat panjang–sempat membuat saya bosan. Tapi, menginjak beberapa bab di tengah, yang lebih fokus pada konflik, kisah Fitz mulai menarik untuk diikuti.

Bagi saya, buku ini agak “berat” karena banyak bercerita tentang politik. Akan tetapi, banyak pelajaran yang bisa didapat dari buku ini, misalnya mengenai diplomasi antar kerajaan dan menyelesaikan masalah tanpa masalah–pelajaran yang jarang ada pada buku fantasi lain yang pernah saya baca. Dan untungnya terjemahan Penerbit Matahati terasa mulus, enak dibaca, dan bersih dari typo sehingga saya lebih bisa menikmati ceritanya dan tidak perlu merasa terganggu dengan adanya kalimat yang janggal.

Untuk urusan cover, menurut saya cover edisi terjemahan ini lebih bagus daripada edisi aslinya :))

Oh iya, awalnya saya mengira si penulis, Robin Hobb, adalah seorang laki-laki. Namun ternyata Robin Hobb adalah nama pena dari Margaret Astrid Lindholm Ogden (seorang perempuan!). Sebelumnya, penulis juga pernah menggunakan nama pena Meghan Lindholm untuk menulis karya-karyanya. Assassin’s Apprentice adalah buku pertama dari trilogi Farseer yang dilanjutkan “Royal Assassin” (buku dua) dan “Assassin’s Quest” (buku tiga).

Trilogi Farseer sendiri adalah satu dari empat seri dalam rangkaian cerita “The Realm of the Elderlings”. Kisah FitzChivalry dalam trilogi Farseer dilanjutkan dalam trilogi “The Tawny Man”. Dua seri lain dalam rangkaian cerita “The Realm of the Elderlings”, yaitu trilogi “Liveship Traders” dan chronicle “Rain Wilds”, juga bersetting di Enam Duchy walaupun tidak bercerita tentang kisah Fitz.

 
4 Comments

Posted by on June 14, 2011 in Review

 

4 responses to “[Review] Assassin’s Apprentice – Robin Hobb

  1. Wen

    February 28, 2012 at 7:34 pm

    Kapan dong bk k2nya kluar???

     
    • ulinnuha

      February 29, 2012 at 4:59 pm

      kayaknya sih masih lama😀 tanya ke facebooknya Penerbit Matahati aja, biasanya dijawab tuh😀

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: