RSS

[Review] Thirteen Hallows – Michael Scott & Colette Freedman

21 Dec

Judul: Thirteen Hallows
Penulis: Michael Scott & Colette Freedman
Penerbit: Tor Books
Terbit / Halaman: 6 Desember 2011 / 349 Halaman
Genre: Adult Fiction, Urban Fantasy

Premis buku ini mirip dengan Prophecy of the Sisters, di dunia ini ada Otherworld yang dihuni oleh Demonkind. Beberapa di antara mereka pernah masuk ke dunia kita dan membuat kerusakan. Mereka juga berhubungan dengan manusia dan menghasilkan ras vampir dan werewolf. Sekitar dua ribu tahun yang lalu, seorang anak bernama Yoshu’a menyegel gerbang antara dunia kita dan Otherworld dengan tiga belas Hallow. Tiga belas Hallow itu juga disebut Thirteen Treasures of the Island of Britain. Hallow-Hallow tersebut dititipkan kepada para Penjaga dan diwariskan turun temurun. Secara individual, Hallow memiliki kekuatan yang luar biasa yang bisa dimanfaatkan Penjaganya. Tapi jika digabungkan, ketiga belas Hallow tersebut akan membawa bencana.

Tujuh puluh tahun yang lalu, tiga belas anak diungsikan ke pedesaan Madoc, Wales, Inggris karena adanya Perang Dunia. Mereka bersahabat dan menjalani kehidupan tenang di sana. Sampai suatu ketika, seorang kakek bernama Ambrose memberikan masing-masing kepada mereka sebuah Hallow untuk dijaga.

Judith Walker adalah seorang penulis novel urban fantasy. Ia juga merupakan salah satu dari tiga belas anak yang dititipi Hallow tujuh puluh tahun yang lalu. Hallow-nya berupa Pedang Dyrnwyn yang katanya merupakan Hallow terkuat. Di suatu jalan, seorang pemuda hendak merampoknya dan memintanya memberitahukan keberadaan Hallow-nya. Seorang gadis bernama Sarah Miller yang kebetulan lewat kemudian menolong Judith.

Ternyata, ada seorang pria yang sedang berusaha mengumpulkan tiga belas Hallow untuk membuka gerbang Otherworld. Dan pemuda yang merampok Judith tadi adalah suruhan pria ini. Pria ini sudah berhasil mengumpulkan sepuluh Hallow dan akan segera melakukan ritual pembukaan gerbang empat hari lagi, yakni pada 31 Oktober atau yang dikenal sebagai Hallowe’en atau Samhain, salah satu hari penting dalam budaya Celtic di mana dunia fisik dan dunia supranatural berada pada kondisi terdekat.

Dalam keadaan darurat, Judith meminta tolong Sarah untuk menyerahkan Hallow-nya kepada keponakannya, Owen Walker, beserta beberapa diary dan hasil risetnya mengenai Tiga Belas Hallow. Dan terjadilah adegan kejar-kejaran dengan pembunuh dan pihak berwajib ala The Da Vinci Code, serta pembunuhan-pembunuhan sadis pada orang-orang yang terlibat.

Genre buku ini sih fiksi dewasa jadi jangan kaget kalau ada banyak adegan pembunuhan sadis dan banyak adegan seks di dalamnya. Malah, si bad guy-nya ini memercayai bahwa ritual seks merupakan salah satu jenis ritual sihir tertua.

Buku ini mencampurkan Celtic Mythology dan Christian Folklore (kalau nggak salah). Tapi nggak heran juga sih, kan spesialisasinya Om Michael Scott di mitologi Celtic. Banyak tokoh dan obyek mitologi (dan sejarah) yang disebutkan di buku ini seperti Fallen Angel, Arthur dan Sword in the Stone, De Danann, John Dee, Ratu Elizabeth, dan Joseph Arimathea. Di sini juga dijelaskan mengenai konsep Otherworld dan Astral Projection.

Rangkaian ceritanya sendiri hanya terjadi selama empat hari dan diceritakan seperti novel-novel suspense-thriller lainnya. Saya menikmati gaya penceritaannya walaupun juga merasa risih dengan adegan pembunuhannya. Yang menurut saya agak kurang adalah pada sisi karakternya. Karakternya tidak berhasil membuat saya jatuh cinta (apasih!). Mereka sepertinya melakukan sesuatu hanya karena mereka ‘harus’ melakukannya (beberapa karakter memiliki motif yang lumayan kuat sih).

Dan setelah saya berbahagia karena seolah mendapatkan buku fantasi yang tidak berseri, saya mendapati sedikit kekecewaan di beberapa bab akhir buku karena sepertinya kedua penulis memang merencanakan membuat sekuel.

Jadi, empat bintang untuk Thirteen Hallows.

 
2 Comments

Posted by on December 21, 2011 in Review

 

Tags: , ,

2 responses to “[Review] Thirteen Hallows – Michael Scott & Colette Freedman

  1. lamfaro

    January 1, 2012 at 11:18 pm

    Waaah, sepertinya menarik. Mitologinya komplit. Ceritanya lebih kompleks daripada Nicholas Flamel ya, Lin?

     
    • ulinnuha

      January 2, 2012 at 6:22 am

      iya Mbak, lebih kompleks, soalnya kayaknya targetnya bukan YA lagi.
      tapi ya itu, adegan pembunuhannya agak bikin ngeri sendiri. hihihi

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: