RSS

A Trip to Paris (van Java) – Part 2

22 Feb

Post ini adalah lanjutan dari A Trip to Paris (van Java) – Part 1 yang isinya tentang kunjungan pertamaku ke Bandung.

[Saung Angklung Udjo]

Setelah puas makan stroberi dan santap brunch di Rumah Stroberi, kunjungan dilanjutkan ke salah satu pusat kebudayaan tradisional di Bandung yaitu Saung Angklung Udjo yang terletak di Jalan Padasuka 118 di Bandung bagian timur.

Menurut informasi dari halaman facebooknya, Saung Angklung Udjo didirikan pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena dan istrinya, Uum Sumiati, dengan tujuan untuk menjaga kelestarian budaya dam seni Sunda. Jadi di sini, kita bisa menyaksikan berbagai pertunjukan tradisional macam tari tradisional, wayang golek, dan tentu saja permainan angklung.

Awalnya sih aku nggak terlalu tertarik, soalnya kami sampai situ pas jam-jam tidur siang (plaak!). Tapi begitu disambut oleh mbak-mbak presenter cakep, aku (dan anak-anak yang lain) langsung melek. Ini foto mbak-mbak presenternya *drolling*

Ajari main angklung ya, Kakak! (Photo by Mas Heri)

Acaranya dimulai dengan pertunjukan tarian dari anak-anak padepokan situ. Yang lucu, ada anak cewek chubby yang punya suara tinggi dan jadi pusat perhatian sekaligus pusat sorakan anak-anak.

Tarian tradisional anak-anak SAU (Photo by Mas Hery)

Ini anak kecil yang dimaksud; yang pakai baju ungu ya (Photo by Nanda)

Acaranya dilanjutkan dengan pertunjukan singkat wayang golek. Agak ribet juga ternyata jadi dalang, karena harus sinkronisasi antara tangan (untuk menggerakkan wayang), mulut (untuk dubbing), dan kaki (untuk membunyikan instrumen ketika ada adegan pemukulan dan sebagainya). Ada juga pertunjukan angklung dari siswa senior dan junior di padepokan tersebut.

Di sini, kami juga diajari bermain angklung. Pertamanya aku bingung, bagaimana angklung yang cuma kayu itu bisa menghasilkan nada-nada musik. Oleh mbak presenternya dijelaskan kalau satu angklung itu bisa menghasilkan satu nada. Jadi masing-masing peserta dipinjami satu angklung yang mewakili nada do-re-mi-fa-sol-la-si-do. Yang membedakan satu angklung dan lainnya adalah dimensinya.

Cara bermain angklung yang paling dasar adalah dengan instruksi dari mbak presenter. Kalau mbak presenter memberi isyarat tangan yag mewakili nada tertentu, pemegang angklung dengan nada tersebut harus menggoyangkan angklungnya. Dan cukup dengan itu, kita bisa memainkan lagu-lagu seperti Burung Kakak Tua, Munajat Cinta-nya Ahmad Dhani, dan bahkan I Have a Dream-nya Westlife.

Ada cara bermain yang lebih advance sih, tapi aku nggak akan menjelaskannya di sini.

Kayaknya pada seneng banget main angklung (Photo by Mas Hery)

Di SAU juga ada toko souvenirnya. Di sana kita bisa beli angklung, boneka kayu, gantungan kunci model angklung, dan souvenir-souvenir lainnya. Agak pengen beli blangkon di sana sih, kan lumayan buat property foto (halah!). Apa daya, harga blangkonnya Rp 50.000, dan kondisi uang sudah mulai menipis.

[Trans Studio]

Setelah puas menyaksikan performance di Saung Angklung Udjo, rombongan pindah lokasi ke Trans Studio Bandung. Sepertinya aku nggak perlu mendeskripsikan terlalu banyak tentang Trans Studio. Intinya sih, ini adalah theme park indoor yang menyediakan wahana-wahana asyik.

Aku menolak untuk mencoba wahana yang beresiko mengaduk perut seperti Negeri Raksasa (hysteria), Vertigo, dan Giant Swing. Yah, males aja kalau harus balik dalam keadaan mabuk (aslinya sih takut ketinggian :D). Karena ini pengalaman pertamaku main ke tempat main kaya gini, aku bakalan bahas beberapa wahana yang aku coba:

  • Trans Science Center: di sini, kita bisa mencoba permainan dan instrumen-instrumen sains seperti peragaan tornado mini, gerakan bandul, magnet, ilusi optik, tes pendengaran, dan sebagainya. Mirip kaya instrumen di kuis Galileo. Sengaja nyobain ini yang pertama karena ini yang nggak bikin deg-degan maupun takut :p
  • Sky Pirates: di Sky Pirates, kita bisa naik semacam perahu yang digantung di jalur yang berada di langit-langit. Jadi di sana kita bisa melihat berkeliling wahana di TS ini. Nggak menegangkan sih, tapi dari atas, kita bisa foto-foto (tetep!)
  • Dragon Rider: ini permainan simulasi naik naga. Karena aku suka yang berbau-bau fantasi, jadi ikut nyobain deh (alasan yang aneh!). Kan keren aja jadi semacam Penunggang Naga. Kirain rasanya kaya main kuda-berputar di pasar malam. Eh ternyata pas ayunannya maksimum, aku malah jerit-jerit nggak jelas; kayak dilempar gitu dari naganya. Dan setelahnya, pas diajakin naik Negeri Raksasa (permainan naik kursi yang di-naik-turun-kan itu), aku kabur duluan. Cukuplah naik Dragon Rider😀😀😀
  • Dunia Lain: yep, dari namanya, ketahuan kalau ini wahana semacam rumah hantu. Masuknya naik kereta yang berjalan sendiri (iye, maksudnya digerakin mesin) di rel khusus dengan kecepatan berubah-ubah, melewati belokan-belokan, dan bersiap menghadapi macam-macam makhluk jadi-jadian (manusia ber-make-up maksudnya) dan suara-suara aneh. Ekspektasinya sih bakalan ditakutin dan dikaget-kagetin di tengah jalan, tapi kenyataannya hantunya jauh dari jalur kereta. Padahal udah merinding duluan.
    Yang agak seru itu pas temenku Nita masuk. Jadi pas ada belokan, keretanya melambat, dan di sana dia disambut mbak kunti. Trus mbak kunti-nya bilang, “aku ikutan ya~” yang membuat Nita langsung merosot ke bawah bangku kereta. Dan yang tambah bikin Nita horor, ada sepotong tangan yang memegang-megang dia dari atas waktu dia mengkeret ke bawah bangku kereta. Ternyata itu tangannya Nanda, anak di bangku depannya yang nyariin Nita gara-gara pas noleh ke belakang, bangkunya Nita kosong😀
  • Marvel 4DSimulator: ini semacam wahana nonton film animasi Marvel dalam bentuk 3D. Antriannya panjang banget, dan begitu masuk kita malah disuguhi trailernya The Avengers. Kirain pas di dalam cuma nonton trailer itu doang. Anak-anak (dan aku) udah sempat nggremeng-nggremeng, “Hah, kalau gitu doang nonton di Youtube juga bisa! Ngapain juga antri panjang-panjang.” Ternyata itu cuma intro, Saudara-saudara. Wahana yang sebenarnya ada di balik layar trailer tadi. Jadi masing-masing peserta duduk di kursi goyang (iya, kursinya bisa goyang) yang ada sabuk pengamannya. Trus kita disuruh pakai kacamata 3D. Film yang diputar sih tentang para superhero Marvel (Iron Man, Spiderman, Hulk, dkk) menumpas kejahatan. Tapi efek khususnya yang disebut 4D di sini adalah, kursi goyangnya digerakin sesuai gerakan kamera film. Jadi pas kamera film zoom in dari langit ke istana Inggris, kursinya digoyang sehingga seolah kita naik sesuatu dari langit ke istana. Pas hero-nya dihajar villain, kursi digoyang ke belakang seolah kita kena serangan juga. Ceritanya sih standar, tapi efeknya keren.
  • Yamaha Racing Coaster: ini semacam permainan roller coaster. Aku berani naik ini gara-gara mainnya cuma bentar, paling cuma 1-2 menit. Jadi efek takutnya nggak lama-lama. Dan waktu lagi di atas pun, sebagian waktu aku merem, jadi nggak ikut rasanya takut dilempar-lempar di angkasa. Hahaha

Oh iya, di Trans Studio ini juga ada parade makhluk-makhluk Dunia Fantasi macam bajak laut, peri, duyung, Neptunus (Jupiter?), Jeng Kelin, Man in Black, dan sebagainya.

Ini paradenya (Photo by Avi)

Err... Ini Jack Sparrow, KW13 tapi (Photo by Nanda)

The Son(s and Daughters) of Neptune (Photo by Arif)

Di Trans Studio ini juga ada Trans Broadcast Museum, semacam tempat simulasi acara TV (dubbing, presenter berita, video editing, dsb). Ada juga bioskop yang menayangkan film pada jam tertentu.

Semua permainan bisa dicoba berkali-kali selama kita sudah (dan masih) berada di dalam gedung. Sayangnya sih, kita nggak bisa seenaknya keluar masuk gedung. Begitu keluar, untuk bisa masuk lagi ya harus bayar lagi. Dan nggak boleh bawa makanan. Jadi beli makanannya di dalam, itupun belinya nggak bisa dengan tunai tapi dengan kartu member yang bisa di-top-up di beberapa konter di dalam gedung. Kartunya mirip Flazz Card-nya BCA gitu, tapi ini kerjasamanya dengan Bank Mega. Anw, makanan dan minumannya mahal-mahal.

Setelah puas bermain dan foto-foto, kami balik ke penginapan.

[The Gathering]

Acara hari ketiga (Rabu, 08/02/2012) berupa acara inti, yaitu gathering itu sendiri. Aku nggak bakalan bahas banyak di sini. Intinya sih kami semua berkumpul di Ballroom Aston Primera Pasteur buat makan-makan, menyaksikan acara dari motivator (yang menurutku agak membingungkan karena ngomongnya campur antara Inggris-Indonesia), menyaksikan stand-up comedy dari Pandji (yang jadinya kebanyakan malah nyanyi lagu-lagu Cinta Indonesia) dan acara senang-senang lainnya.

"Angkat tanganmu untuk Indonesia" (Photo by Mas Hery)

Pose bersama, lagi! (Photo by Mas Hery)

Kesan main tiga hari di Bandung rasanya lumayan menyenangkan. Tempatnya (setidaknya tempat-tempat yang aku datangi) lumayan sejuk dan asyik. Kayaknya seru juga kalau lain kali bisa mendatangi tempat wisata lain di Bandung.

Hari Rabu sorenya anak-anak dari Surabaya, Malang, dan Semarang barengan ke Stasiun Bandung. Kami ke stasiun jam 2 siang, padahal keretanya baru berangkat jam 6.30 sore. Beberapa anak mampir ke Kartika Sari dulu buat beli oleh-oleh. Beberapa yang lain duduk-duduk nggak jelas di stasiun.

Di stasiun, lagi! (Photo by Arif)

Anak-anak ITS dan Unair balik naik kereta Turangga. Dan seperti halnya Hogwarts Express mengantar Harry Potter dari dunia sihir ke dunia muggle tiap akhir tahun pelajaran, kereta Turangga tersebut juga mengantar kami dari acara senang-senang di Bandung kembali ke dunia perkuliahan. Kembali ke Surabaya, kota Pahlawan, kota penuh perjuangan (apasih~)

 
3 Comments

Posted by on February 22, 2012 in Blog

 

Tags: , , , , ,

3 responses to “A Trip to Paris (van Java) – Part 2

  1. Rini Nurul Badariah

    February 22, 2012 at 6:20 am

    Jalan Padasuka, Lin:)

     
    • ulinnuha

      February 22, 2012 at 9:31 am

      muahaha. aduh jadi malu dibaca mbak Rini.

      *brb edit*😀

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: