RSS

Category Archives: Review

[Resensi] The Silkworm – Robert Galbraith

Cover Silkworm - Ulat Sutra

Cover Silkworm – Ulat Sutra

Judul: The Silkworm – Ulat Sutra
Seri: Cormoran Strike #2
Penulis: Robert Galbraith
Penerjemah: Siska Yuanita dan M. Aan Mansyur (kutipan bab)
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit / Halaman: Cetakan I, 2014 / 536 Halaman
Genre: Mystery Thriller, Crime, Detective

Di tengah popularitasnya menjadi detektif partikelir, Cormoran Strike didatangi seorang perempuan bernama Leonora Quine yang meminta bantuan untuk menemukan suaminya yang hilang.

Owen Quine, suami Leonora, adalah seorang penulis biasa. Ia pernah membuat sebuah karya masterpiece namun tak pernah bisa mengulang prestasinya itu. Menurut orang sekitarnya, sebelum menghilang, Owen berencana akan mempublikasikan novel terbarunya, Bombyx Mori, yang isinya menghujat dan membuka aib banyak orang.

Ketika mencari clue dengan menanyai orang-orang di penerbitan, Strike mengetahui bahwa naskah Bombyx Mori ternyata sudah dibaca banyak orang. Bombyx Mori, bahasa latin untuk Ulat Sutra, bercerita tentang Bombyx, seorang penulis yang disakiti oleh orang-orang di sekitarnya. Banyak yang menduga kisah Bombyx merupakan kisah Owen, dan tokoh-tokoh dalam novel tersebut adalah versi olok-olok dari orang-orang yang ada di kehidupan Owen.

Owen Quine akhirnya ditemukan. Dalam keadaan tak bernyawa. Ia ditemukan dalam keadaan diikat di meja makan di rumah peninggalan mendiang sahabatnya dalam kondisi mengenaskan. Persis dengan kondisi akhir Bombyx dalam naskah yang sedang ramai dibicarakan itu.

Walaupun investigasi kemudian menjadi tanggung jawab polisi, Strike, atas permintaan Leonora, mencari pelaku pembunuhan kejam tersebut. Tim forensik kesulitan menentukan waktu terbunuhnya Quine karena tubuhnya disiram zat asam. Penyelidikan juga menjadi tidak mudah karena naskah Bombyx Mori, yang diduga kuat menjadi motif pembunuhan, telah dibaca setidaknya seisi kantor penerbitan.

Investigasi Strike kemudian berfokus pada tujuh orang memiliki kemungkinan membaca naskah Bombyx Mori sebelum Owen menghilang, yang juga yang disebutkan Owen dalam naskah tersebut: Leonora Quine (istri Owen), Elizabeth Tassel (agen penerbitan Owen), Kathryn Kent (kekasih Owen), Jerry Waldegrave (editor Owen), Michael Fancourt (mantan rekan penulis), Daniel Chard (penerbit), dan Pippa Midgley (murid menulis Owen).

Polisi menetapkan seorang tersangka, namun Strike yakin bukan dia pembunuhnya. Dibantu Robin, asistennya, Strike mengunjungi lorong-lorong gelap dan jalanan yang diguyur hujan lebat demi berusaha mencari pembunuh keji tersebut dan berusaha membuktikan bahwa, sekali lagi, dugaan polisi salah.

Read the rest of this entry »

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on January 25, 2015 in Review

 

Tags: , , ,

[Review] Chronicle – Shienny M. S.

Janji buat menulis review Chronicle bulan Oktober ternyata tinggal janji. Sebenarnya buku ini udah kelar dibaca dari beberapa waktu lalu, tapi, seperti biasa, penyakit malas menjangkit pas mau menulis review *doh*

Kayaknya bakal ada spoiler dikit-dikit di dalam review ini, terutama buat yang belum baca Revelation. Jadi saya mesti kasih spoiler alert di sini.

Oke, berikut review lengkapnya, yang sengaja saya post pas 12-12-2012 😀

Chronicle Cover

.
Judul: Chronicle
Seri: Ther Melian #2
Penulis: Shienny M. S. (blog | twitter)
Penerbit: Elex Media Komputindo
Terbit / Halaman: Cetakan 1, Juni 2011 / 520 Halaman
Genre: Fantasy – Romance

Previously on Ther Melian…

Di Revelation, kita tahu bahwa Valadin dan kawan-kawannya berusaha mencari dan mengumpulkan tujuh Relik Elemental demi mengembalikan kejayaan bangsa Elvar, walaupun demi itu, ia harus membunuh orang lain. Vrey dan kawan-kawannya, di sisi lain, sedang mencari bahan untuk membuat Jubah Nymph yang didambakannya. Melalui serangkaian kejadian, takdir mempertemukan kedua kelompok ini dan pertempuran pun tak bisa terelakkan.

Di akhir buku pertama yang bikin penasaran itu, Valadin berhasil mendapatkan Relik Api dari Templia Vulcanus, tapi ternyata Relik Safir yang telah ia miliki sebelumnya dicuri oleh Vrey dkk ketika kedua kelompok ini bertemu. Ia mengutus dua rekannya mengejar dan mengambil kembali Relik Safir.

Di sisi lain, setelah pertarungannya dengan Valadin dan kawan-kawannya, Vrey diyakini mati karena terjatuh dari jurang. Tapi benarkan dia mati?

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 12, 2012 in Review

 

Tags: , , ,

[Review] Revelation – Shienny M. S.

Setelah hiatus 7 bulan, blog ini akan kembali aku isi dengan sebuah review yaitu ulasan buku pertama dari tetralogi Ther Melian: Revelation. Sebenarnya review ini seharusnya sudah ditulis dari awal Juli kemarin karena aku dapat bukunya dari Giveaway Ther Melian di Goodreads. Tapi karena lagi sibuk (dan malas mengisi blog), akhirnya baru tayang sekarang. Mohon maaf sebelumnya buat Mbak Shienny dan Penerbit Elex Media.

.
Judul: Revelation
Seri: Ther Melian #1
Penulis: Shienny M. S. (blog | twitter)
Penerbit: Elex Media Komputindo
Terbit / Halaman: Cetakan 1, April 2011 / 448 Halaman
Genre: Fantasy – Romance

Apa saja isi suatu cerita fantasi yang tidak ada bos-jahat-yang-ingin-menaklukkan-dunia di dalamnya?

Ther Melian Saga

Ther Melian adalah sebuah benua tropis yang dihuni oleh ras manusia, Elvar, Vier-Elv (campuran Manusia-Elvar), dan Draeg. Ther Melian merupakan bagian dari Dunia Terra dan menjadi setting utama Ther Melian Saga. Awalnya, cerita Ther Melian terdiri dari tetralogi (Revelation, Chronicle, Discord, Genesis) yang fokus ceritanya adalah tentang Vrey–seorang gadis pencuri–dan Valadin–seorang ksatria bangsa Elvar–dalam meraih mimpi mereka. (Tapi dengar-dengar penulisnya berencana memperlebar cakupan ceritanya dengan menambahkan beberapa buku lagi dengan setting sama namun cerita dan tokoh utama berbeda.)

Revelation

Revelation adalah kisah pembuka cerita Vrey dan Valadin. Vrey adalah seorang gadis pencuri ulung. Karena dia seorang Vier-Elv, dia memiliki kemampuan penglihatan dan pendengaran yang tajam seperti ras Elvar. Vrey amat mendambakan Jubah Nymph–jubah seringan bulu namun sekuat baja. Keinginan tersebut membawanya beserta rekannya, Aelwen, menjalani petualangan ke ibukota untuk mencari cara mendapatkan jubah tersebut. Petualangan pencarian Jubah Nymph tersebut tidak mudah karena jubah tersebut hanya orang-orang ketahui dari mitos.

Valadin adalah seorang ksatria ras Elvar. Demi mengembalikan kejayaan bangsanya (yang didominasi manusia), ia merekrut beberapa teman yang ia percayai untuk menjalankan suatu misi: mendapatkan kekuatan Aether, jiwa dari tujuh elemen. Namun misi Valadin tidak mudah, karena para Tetua sudah menghapus hal-hal yang berhubungan dengan pemanggilan Aether agar kekuatan tersebut tidak disalahgunakan.

Dan kemudian, takdir mempertemukan dua orang berbeda tujuan tersebut…

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on October 1, 2012 in Review

 

Tags: , , ,

[Review] City of Masks – Mary Hoffman

Judul: City of Masks
Seri: Stravaganza #1
Penulis: Mary Hoffman
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Editor: Richanadia
Penerbit: Mizan Fantasi
Terbit / Halaman: Cetakan I, Oktober 2011 / 442 Halaman
Genre: Fantasy – Time Travel

Apa yang kamu lakukan jika bisa pergi ke Venesia, Italia pada masa Renaissance dengan sebuah buku?

Lucien adalah remaja Inggris biasa yang mengidap kanker parah. Melalui sebuah buku kuno yang dibelikan ayahnya, ia bisa melakukan perjalanan lintas ruang (dan waktu) melalui mimpi ke Belleza, sebuah kota yang menyerupai Venesia, Italia abad 16. Masalahnya, dia datang di Belleza pada hari Giornata Vietata, hari terlarang bagi penduduk non pribumi untuk berada di Belleza.

Belleza adalah salah satu kota di negeri Talia, negeri yang menyerupai Italia abad 16. Belleza waktu itu diperintah oleh seorang Duchessa bernama Silvia. Akibat insiden yang dialami Duchessa sebelumnya, gadis yang sudah berusia 16 tahun dan yang belum menikah diwajibkan memakai topeng. Selain merujuk pada julukan Venesia, mungkin gara-gara itu ya buku ini berjudul City of Masks.

Karnaval Topeng Venesia - Sumber: Wikipedia

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on February 27, 2012 in Review

 

Tags: , ,

[Review] Fantasy Fiesta 2011

Judul: Fantasy Fiesta 2011
Penulis: R. D. Villam, Klaudiani, Bonmedo Tambunan, dkk
Editor: Lutfi Jayadi
Penerbit: Adhika Pustaka
Terbit / Halaman: Cetakan I, Desember 2011 / 325 Halaman
Genre: Fantasy, Science Fiction

Melanjutkan kesuksesan Fantasy Fiesta 2010, cerpen-cerpen terbaik dari kompetisi Fantasy Fiesta 2011 dikompilasi dalam satu buku antologi dengan judul yang sama.

Masalah yang muncul waktu baca kumpulan cerpen adalah temanya yang berbeda-beda; ada tema dan cerita yang saya suka sehingga cepat bacanya dan ada cerpen yang saya anggap biasa sehingga menyebabkan waktu baca bertambah lama. Waktu baca bertambah karena biasanya saya butuh berhenti selama beberapa saat untuk bisa berpindah “dunia” pada cerita lain. — ini curhat nggak penting —

Genrenya memang fantasi, tapi tema yang diangkat cerpen-cerpen di FF2011 ini macam-macam; ada yang futuristik, cerita kerajaan, dongeng, science fiction, dan sebagainya.

Berikut ulasan singkat dan sotoy beserta rating masing-masing cerpen versi saya. Yang bintangnya sedikit, bukan berarti ceritanya jelek, tapi bisa karena itu bukan jenis cerita yang saya sukai atau saya yang nggak ngerti ceritanya. Oh iya, beberapa ilustrasinya aku link dari website kastilfantasi (nggak apa-apa kan ya?).

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on February 27, 2012 in Review

 

Tags: ,

[Review] Thirteen Hallows – Michael Scott & Colette Freedman

Judul: Thirteen Hallows
Penulis: Michael Scott & Colette Freedman
Penerbit: Tor Books
Terbit / Halaman: 6 Desember 2011 / 349 Halaman
Genre: Adult Fiction, Urban Fantasy

Premis buku ini mirip dengan Prophecy of the Sisters, di dunia ini ada Otherworld yang dihuni oleh Demonkind. Beberapa di antara mereka pernah masuk ke dunia kita dan membuat kerusakan. Mereka juga berhubungan dengan manusia dan menghasilkan ras vampir dan werewolf. Sekitar dua ribu tahun yang lalu, seorang anak bernama Yoshu’a menyegel gerbang antara dunia kita dan Otherworld dengan tiga belas Hallow. Tiga belas Hallow itu juga disebut Thirteen Treasures of the Island of Britain. Hallow-Hallow tersebut dititipkan kepada para Penjaga dan diwariskan turun temurun. Secara individual, Hallow memiliki kekuatan yang luar biasa yang bisa dimanfaatkan Penjaganya. Tapi jika digabungkan, ketiga belas Hallow tersebut akan membawa bencana.

Tujuh puluh tahun yang lalu, tiga belas anak diungsikan ke pedesaan Madoc, Wales, Inggris karena adanya Perang Dunia. Mereka bersahabat dan menjalani kehidupan tenang di sana. Sampai suatu ketika, seorang kakek bernama Ambrose memberikan masing-masing kepada mereka sebuah Hallow untuk dijaga.

Judith Walker adalah seorang penulis novel urban fantasy. Ia juga merupakan salah satu dari tiga belas anak yang dititipi Hallow tujuh puluh tahun yang lalu. Hallow-nya berupa Pedang Dyrnwyn yang katanya merupakan Hallow terkuat. Di suatu jalan, seorang pemuda hendak merampoknya dan memintanya memberitahukan keberadaan Hallow-nya. Seorang gadis bernama Sarah Miller yang kebetulan lewat kemudian menolong Judith.

Ternyata, ada seorang pria yang sedang berusaha mengumpulkan tiga belas Hallow untuk membuka gerbang Otherworld. Dan pemuda yang merampok Judith tadi adalah suruhan pria ini. Pria ini sudah berhasil mengumpulkan sepuluh Hallow dan akan segera melakukan ritual pembukaan gerbang empat hari lagi, yakni pada 31 Oktober atau yang dikenal sebagai Hallowe’en atau Samhain, salah satu hari penting dalam budaya Celtic di mana dunia fisik dan dunia supranatural berada pada kondisi terdekat.

Dalam keadaan darurat, Judith meminta tolong Sarah untuk menyerahkan Hallow-nya kepada keponakannya, Owen Walker, beserta beberapa diary dan hasil risetnya mengenai Tiga Belas Hallow. Dan terjadilah adegan kejar-kejaran dengan pembunuh dan pihak berwajib ala The Da Vinci Code, serta pembunuhan-pembunuhan sadis pada orang-orang yang terlibat.

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on December 21, 2011 in Review

 

Tags: , ,

[Review] Incarceron – Catherine Fisher

Judul: Incarceron
Seri: Incarceron #1
Penulis: Catherine Fisher
Penerjemah: Mery Riansyah dan Febry E. S.
Editor: Lulu Fitri Rahman
Proofreader: Nani
Penerbit: Penerbit Matahati
Terbit / Halaman: Cetakan I, Agustus 2011 / 492 Halaman
Genre: Dystopia, Science Fiction Fantasy

Di jaman ketika teknologi sudah semakin canggih, ada sebuah penjara futuristik bernama Incarceron. Penjara ini begitu luasnya hingga mencakup sel, hutan, permukiman, hingga kota. Incarceron adalah sebuah penjara yang dikendalikan oleh kecerdasan buatan. Dan ia juga memiliki Mata yang mengawasi dan tidak segan untuk menyiksa tawanannya.

Incarceron dibuat oleh kaum cendekiawan Sapient atas perintah Raja Endor. Tujuan dari eksperimen ini adalah memperbaiki moral para kriminal dalam sebuah dunia yang sempurna. Pada masa lalu, para tawanan bersama 70 orang kaum Sapient masuk ke dalam Incarceron untuk menjalani eksperimen. Setelah itu Penjara dikunci sehingga tidak ada yang bisa masuk dan keluar. Selama ini, dipercayai bahwa hanya satu orang yang bisa Keluar dari Incarceron yaitu Sapphique.

Sementara itu, atas perintah Raja Endor, dunia di luar penjara “dibekukan” ke kehidupan abad 18. Perubahan dan kemajuan teknologi dilarang, dan manusia diharuskan mengikuti protokol yang mengikat. Teknologi canggih hanya dimiliki oleh kaum cendekiawan.

“Yang satu di dalam, yang lain di luar. Tapi keduanya sama-sama terpenjara.”

Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by on November 18, 2011 in Review

 

Tags: , , ,