RSS

Category Archives: Share

Bank: Fasilitas vs Biaya Administrasi

Iseng-iseng, saya kemarin nyari informasi tentang bank dan biaya administrasinya. Dan dari hasil googling, ternyata banyak orang yang masih bingung menentukan ingin membuka rekening di bank mana. Alasan utamanya, dari yang saya tangkap, adalah masih banyak yang bingung memilih bank dgn biaya administrasi murah dan fasilitas yang dibutuhkan.

Dan dari keisengan tersebut, saya berhasil merangkum daftar biaya masing-masing bank beserta fasilitas yang didapat. Oh iya, yang saya tulis di bawah ini adalah biaya dan fasilitas untuk jenis tabungan standar masing-masing bank, tidak termasuk deposito, giro, dsb. Semoga bermanfaat.

CATATAN: artikel ini sudah jarang diupdate sejak ditulis pada Februari 2011. Jadi misalnya ada perubahan atau kebijakan baru, saya tidak memasukkannya ke sini. Silakan tuliskan komentar di bawah apabila ada kekeliruan informasi atau apabila perubahan kebijakan dari bank. Terima kasih.

Read the rest of this entry »

 
248 Comments

Posted by on February 3, 2011 in Share

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Teknik Penyembunyian Informasi Pada Steganografi

Setelah membahas tentang pengertian steganografi, sekarang aku akan mencoba membahas mengenai teknik yang digunakan dalam menyembunyikan informasi atau data pada steganografi. Teknik ini aku kumpulkan dari berbagai sumber di antaranya adalah dari blog Andreas Tjong.

Teknik paling dasar dalam steganografi pada citra/gambar disebut Least-Significant Bit Coding. Pada audio sendiri, terdapat beberapa teknik dalam penyisipan informasi, diantaranya adalah Low Bit coding, Phase coding, Spread Spectrum, dan Echo Hiding. Disini, akan dijelaskan teknik dasar steganografi pada citra/gambar untuk melihat perbedaannya. Untuk audio, teknik steganografinya hanya akan dijelaskan garis besarnya.

Least-Significant Bit Coding

Bit atau binary digit adalah unit dasar penyimpanan data di dalam komputer, nilai bit suatu data adalah 0 atau 1. Semua data yang ada pada komputer disimpan ke dalam satuan bit ini, termasuk gambar, suara, ataupun video. Format pewarnaan di dalam media gambar, seperti grayscale, RGB, dan CMYK, juga menggunakan satuan bit ini dalam penyimpanannya. Sebagai contoh pewarnaan monochrome bitmap (menggunakan 1 bit untuk tiap pixelnya), RGB – 24 bit (8 bit untuk Red, 8 bit untuk Green, dan 8 bit untuk Blue), Grayscale-8 bit (menentukan tingkat kehitaman suatu pixel berdasarkan nilai bitnya).

Gambar di bawah ini adalah contoh gambar yang akan disisipi informasi. Gambar ini menggunakan format pewarnaan grayscale, artinya tiap pixel dari gambar ini direpresentasikan dengan nilai sepanjang 8 bit.

Misalkan data berupa text “secret” hendak disisipkan dalam gambar ini. Jika direpresentasikan ke dalam binary kata “secret” ini menjadi

character ASCII value (decimal) hexadecimal binary
s 115 73 01110011
e 101 65 01100101
c 99 63 01100011
r 114 72 01110010
e 99 63 01100011
t 116 74 01110100

Sesuai dengan namanya, LSB artinya bit yang tidak significant / tidak mempunyai pengaruh yang besar, maka metode ini mengganti nilai bit ke-8 gambar Lena untuk menyisipkan data. Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by on January 10, 2010 in Share

 

Tags: , , , , ,

Chapitre 3: Nombre

Bahasa Prancis (begitu juga Jerman) kurang praktis dalam penomoran atau urusan angka. Ambil contoh 90, alih-alih diucapkan sembilan-kali-sepuluh, dalam bahasa Prancis, 90 diucapkan empat-kali-dua-puluh-ditambah-sepuluh atau quatre-vingt-dix (quatre = empat, vingt = dua puluh, dix = sepuluh). Nerjemahin angka dalam bahasa Inggris aja susah, gimana kalo Prancis?
Untuk selengkapnya, silakan lihat tabel ini

Bilangan Pokok dan Bertingkat

Angka Bilangan pokok Baca Bilangan bertingkat Baca
0 zéro zay-roh
1 un, une an’ première premye
2 deux do deuxième doksyem
3 trois trwa troisième trazyem
4 quatre kat, cut quatrième katriyem
5 cinq seng, sank cinquième sangkyem
6 six sis, seese
7 sept set
8 huit uit, wheat
9 neuf nuhf neuvième novyem
10 dix dis, deese
11 onze ongz
12 douze dooz
13 treize trez
14 quatorze katorz
15 quinze kengz
16 seize sez
17 dix-sept dis-set
18 dix-huit dis-suit
19 dix-neuf dis-nef
20 vingt vang vingtième vangtyem
21 vingt et un veng-te yang
22 vingt-deux veng-do
30 trente trongt
31 trente et un trong-te-yang
40 quarante karongt
50 cinquante sengkongt
60 soixante swasongt
70 soixante-dix swasongt-dis
80 quatre-vingts katre-vengt
90 quatre-vingt-dix katre-veng-dis
91 quatre-vingt-onze katr-veng-ongz
100 cent sengt centième sangtyem
200 deux cents dosongt
250 deux cent cinquante do-songt-sengkongt
1000 mille mil millième milyem
1000000 un million unmilyong

Bilangan Pecahan
1/2 = un demi atau la moitié
1/3 = un tiers
1/4 = un quart
1/5 = un cinquième
2/3 = deux tiers
2/5 = deux cinquièmes
3/4 = trois quarts
2/2 = deux demis
5 1/3 = cinq et un tiers
9 ¼ = neuf et un quart

untuk menyatakan koma dalam hitungan, gunakan virgule
77,7 = soixante-dix virgule sept
99,9 = quatre-vingt-dix virgule neuf
dst

Catatan:
-Untuk angka 21 sampai 81, bilangan yang satuannya 1 (21, 31, 41, …, 81), setelah puluhan ditambah “et” kemudian satuan.
21 = Vingt et un (Veng-te-yang)
31 = Trente et un (trong-te-yang)
51 = Cinquante et un (sengkongt-te-yang)
81 = Quatre-vingt et un (katre vengt-te-yang)

-Ratusan, ribuan, jutaan (selain seratus, seribu, sejuta) diberi akhiran “s” di belakang. (Misal 200 = deux cents; 5000 = cinq milles)
Ini tidak berlaku jika di ratusan atau ribuan tsb mempunyai satuan dll (misal 201 = deux cent un, bukan deux cents un)

-Angka 70 dan 90, apabila ditulis dalam huruf, ditambahkan tanda strip antarkata (70 = soixante-dix; 90 = quatre-vingt-dix)

-Oh ya, 555 ditulis cinq cent cinquante cinq, dibaca seng-song-sengkongt-seng (kok jadi berasa kaya Bahasa Cina ya?)

–***–

 
1 Comment

Posted by on April 11, 2009 in Remembrall, Share

 

Chapitre 2: WH Questions

Hahaha, aku menjilat ludah sendiri, ikut-ikutan bahasa anak-anak yang dimacem-macemin buat judul chapter 2 remembrall ini. Hehehe..

Bahasa Prancis juga punya WH question (cuma bukan WH Question namanya) yaitu
What – que – (ke)
Where – – (u) /* ‘Ou’ tanpa koma di atas huruf ‘u’ berarti ‘atau’ */
Who – qui – (ki)
Why – pourquoi – (purkwa) /* mungkin berasal dari kata ‘pour’ = ‘for’ dan ‘que’ = ‘what’ */
When – quand – (kang)
Which – quel – (kel)
How – comment – (komong)
How many – combien – (kongbyang)

Contoh:
Comment Ça va? (komong sa va) -> how are you
Qui est-ce? (ki es) -> who is that?
Où est-ce tour d’Effel? (ki est tur de Effel?) ->where is Eiffer tower? (*jadi ingat Josh yang kebingungan nyari menara Eiffel dan nggak tahu bahasa Prancisnya ‘dimana’ di The Magician!)
Pourquoi êtes-vous en retard? (purkwa et vuzang retar?) -> why do you come late?
Quelle est votre profession? (kelle votre profesyong) -> what is (or which is) your profession?
dan lain lain

Oh ya, kalo dalam bahasa Inggris, yes-or-no question bisa dibentuk dari to-be yang diletakkan di depan, maka bahasa Prancis juga bisa melakukan hal serupa. Formatnya pun juga bisa ‘tobe + subject + blablabla’ atau ‘subject + tobe + bla-bla-bla + ? (dan dibaca dengan intonasi bertanya)’

êtes-vous content? (et vu kongtang?) -> are you happy?
atau bisa juga ditulis
vous êtes content? (vu-zet kongtang?) -> you are happy?

Jawabannya:
Oui, je suis content (oui, ze swi kongtang) -> Yes, I’m happy
Non, je ne suis content pas (non’, ze ne sui kongtang pa) -> No, I’m not happy
(negasi kata ditandai adanya ‘ne…pas’)

Question tag
Question tag di French sama dengan di English, contohnya
Vous êtes certain, n’est-ce pas? (Vu-zet certain, nespa?) -> You are certain, aren’t you?

–***–

 
Leave a comment

Posted by on April 11, 2009 in Remembrall, Share

 

Tags: , ,

Chapitre 1: Bonjour… Bahasa Prancis, Oh Ribetnya…

Hah (ini ungkapan ‘bernapas’ atau ungkapan ‘kaget’ ya?), belajar Bahasa Prancis ternyata tak semudah yang kubayangkan.. Apalagi ditambah jadwal kuliah yang hanya bisa diungkapkan dengan tanda (-_-“). Iseng-iseng, bikin remembrall ah… biar nggak lupa…

Ternyata, nggak cuma Bahasa Arab yang memberikan diferensiasi mendalam pada laki-laki dan perempuan, Prancis juga… Mulai dari pronoun yang memiliki to-be sendiri-sendiri, sampe kata benda yang berbeda jika ‘gender’ subyeknya berbeda… Pour example, “I’m Indonesian” jika diucapkan cowok (homme) akan menjadi Je suis Indonesien (An’donesien’, tanda ‘ berarti dibaca sengau), tapi kalo diucapkan cewek (femme) bakalan jadi Je suis Indonesienne (An’donesienn) >_<
Contoh lain, kata “chatte noire” berasal dari kata “chat” (kucing (masculin)) dan “noir” (hitam). Kata “chat” diberi akhiran “e” (regular feminim formation) menjadi “chatte” yang artinya kucing betina. Nah, property yang mengikutinya (dalam hal ini “noir”) juga harus di-feminim-kan menjadi “noire”. Jadi chatte noire berarti kucing betina hitam (-_-“). Konsep ini mirip konsep mudzakar-mu’anats dalam Bahasa Arab.

Selain itu, suku kata terakhir dari suatu kata dalam Bahasa Prancis, apabila dia konsonan, maka dia tidak dibaca. Lain kasusnya jika kata tsb diikuti kata yang suku kata pertamanya diawali vokal, maka suku kata terakhir tadi akan dimasukkan ke kata berikutnya. Ambil contoh Je suis Indonesien (baca: Ze swi-zangdonesien’); Je suis etudient (Ze swi-zetudi:an’); dll

Nah, walaupun Bahasa Prancis memiliki similarity dengan Bahasa Inggris, namun pengucapannya jelas nggak sama.. Misalnya oi dibaca oa (au revoir = au revoa), -ion dibaca -ion’ (fascination = fasinasyon’), -ent dibaca –ong (government = governemong) dll

Pronoun (Le pronom)

English Subject Object Object (special) Possessive male Possessive female Possessive plural
I je (ze) me moi (moa) mon (mong) ma mes
You (informal) tu te toi (toa) ton (tong) ta tes
You (formal) vous (vu) vous vous votre votre vos
He il le/lui lui son sa ses
She elle (ell) la/lui elle son sa ses
We nous (nu) nous nous notre notre nos
They (male) ils (il) les/leur eux (o) leur leur leurs
They (female) elles les/leur elles leur leur leurs

Read the rest of this entry »

 
3 Comments

Posted by on April 11, 2009 in Remembrall, Share

 

Deret Fibonacci dan The Da Vinci Code

 

Anagram Fibonacci

Anagram Fibonacci

 

 

 

 

 

 

 

13-3-2-21-1-1-8-5
O, Draconian devil!
Oh, lame saint!

Bagi yang pernah baca The Da Vinci Code, pasti tahu kalimat di atas. Yap, itu merupakan anagram yang ditinggalkan oleh Jacques Sauniere di lantai Museum Louvre untuk memberi klu tentang Cawan Suci kepada Sophie Neveu dan Robert Langdon.

Kalimat di atas merupakan anagram dari

1-1-2-3-5-13-21
Leonardo Da Vinci
The Mona Lisa

Oke, kita nggak akan bahas tentang novel The Da Vinci Code lebih jauh, karena fokus kita adalah membahas tentang deret Fibonacci. Kalau mau tahu tentang The Da Vinci Code, baca aja filmnya atau nonton aja novelnya 🙂

Kalau kita perhatikan baris pertama dari anagram di atas memiliki pola khusus. Deret tersebut disebut sbg deret Fibonacci. (Aku pertama kali tahu tentang deret ini dari guru matematika MTs-ku, Pak Yoko, waktu kelas 3 MTs).

FYI, deret Fibonacci adalah deret yang suku-sukunya didapat dari penjumlahan  da suku sebelumnya, dengan suku ke-0=0, dan suku ke-1=1. Jadi, deret Fibonacci akan mengikuti pola 1 1 2 3 5 8 13 21 34 55 dst. Nama Fibonacci diambil dari nama matematikawan abad 13 yaitu Leonardo of Pisa atau Leonardo Fibonacci.

Deret Fibonacci merupakan deret yang unik karena: Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on January 9, 2009 in Review, Share

 

Tags: ,