Schematic 2009 :: NST Part 2

NST Part 2Setelah sukses dengan NST Part 1 yang bertajuk “Save Our World with Green Computing”, Himpunan Mahasiswa Teknik Computer-Informatika (HMTC) akan mengadakan National Seminar of Technology (NST) part 2 dan akan mengambil tema “The Free Software Movement and The GNU/Linux Operating System”.

Seminar luar biasa ini akan menghadirkan pakar open source Mr Richard Matthew Stallman yang merupakan pendiri gerakan perangkat lunak bebas, proyek GNU, dan Free Software Foundation. Sekedar informasi, beliau juga yang menulis GNU General Public License (GNU GPL atau GPL), lisensi perangkat lunak bebas yang paling banyak dipakai, dan memberi ilham konsep copyleft. (Orang hebat kan :-) )

Seminar ini akan diadakan pada Senin, 9 November 2009 mulai dari jam 13. 00 – 16.00 WIB di Gedung Pascasarjana ITS.

Hebatnya, seminar ini lebih murah dari NST Part 1; Anda bisa mengikuti seminar ini hanya dengan Rp. 50.000 (Mahasiswa) atau Rp. 70.000 (umum). Keren kan!!!

Jadi, jika Anda berminat, cepetan daftar karena seminar ini “Limited Edition” dan pendaftarnya sudah mulai banyak. Pendaftaran dapat dilakukan di Sekretariat HMTC Gedung Teknik Informatika ITS Lantai 3 atau di Plasa Lantai 1 Teknik Informatika pada jam 8.00 sampai 16.00.

PS: Untuk info lengkapnya, Anda bisa menghubungi cotact person NST: Median 085655372630 dan Wiryanto 08123187887
Link kaskus: http://www.kaskus.us/showthread?p=2675406

The Lost Symbol

The Lost Symbol (Excerpt)

***SPOILER ALERT***
Berikut ini adalah terjemahan Google translate dari excerpt The Lost Symbol karangan Dan Brown. Kalau kamu nggak mau kena spoiler atau lebih memilih membaca terjemahan resminya, tinggalkan halaman ini. :)
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Prologue

House of the Temple

8.33 PM

Rahasianya ada pada cara untuk mati.

Sejak permulaan waktu, rahasianya selalu ada pada cara untuk mati.

Sang initiate berusia tiga puluh empat tahun menatap tengkorak manusia yang terayun di telapak tangannya. Tengkorak itu berlubang cekung, seperti mangkuk, berisi anggur semerah darah.

Minum, katanya pada dirinya sendiri. Kau tak takut pada apapun.

Sesuai tradisi, dia telah memulai perjalanan dengan berhias pakaian ritual sesat abad pertengahan untuk menuju tiang gantungan, dengan kemeja terbuka longgar yang menyingkapkan dada pucatnya, kaki celana kirinya digulung hingga lutut, dan lengan tangan kanan digulung hingga ke siku. Di sekeliling lehernya tergantung tali jerat—sebuah kabel-tow begitu persaudaraan menyebutnya. Namun malam ini, seperti yang disaksikan persaudaraan ini , dia berdandan  layaknya seorang master.

Perkumpulan persaudaraan yang mengelilinginya berdandan dengan celemek, selempang, dan sarung tangan putih dari kulit domba. Di leher mereka tergantung permata yang berkilau bak hantu di ruangan tanpa cahaya. Banyak di antara orang-orang ini yang memegang kekuasaan tinggi semasa hidupnya, namun sang initiate tahu bahwa pangkat mereka tak ada artinya di dalam tembok itu. Disini semua orang berkedudukan sama, persaudaraan tersumpah yang memiliki ikatan mistik.

Ketika ia melihat perkumpulan itu satu persatu, Sang initiate bertanya-tanya siapa gerangan orang di luar perkumpulan ini yang akan percaya bahwa sekelompok pria ini akan berkumpul dalam satu tempat.. apalagi tempat seperti ini. Ruangan tersebut nampak seperti sanktuari suci dari jaman kuno.

Keberanannya, bagaimanapun juga, masih terasa aneh.

Aku berada hanya beberapa blok dari Gedung Putih

Bangunan kolosal ini, terletak di 1733 Sixteenth Street NW di Washington DC, adalah replika dari kuil pra-kristiani—kuil Raja Mausolus, mausoleum/makam yang asli. . . tempat yang disinggahi setelah mati. Di luar pintu masuk utama, dua patung sphinx seberat 17 ton menjaga pintu-pintu perunggunya. Interiornya berupa labirin berukir yang terdiri dari ruangan ritualistik, aula, kubah yang disegel, perpustakaan, dan bahkan dinding berongga yang mengapit sisa-sisa dua tubuh manusia. Sang initiate telah diberi tahu bahwa setiap ruangan di bangunan tersebut menyimpan rahasia, tapi dia tahu tak ada ruangan yang menyimpan rahasia lebih besar daripada ruangan besar tempat dimana ia sedang berlutut sambil memegang tengkorak di tangannya.

The Temple Room. Ruang Kuil.

Ruangan ini berbentuk bujur sangkar sempurna. Dan seperti gua. Atapnya berada seratus kaki di atasnya, yang disokong tiang monolitik dari granit hijau. Sebuah galeri berjenjang berisi walnut Rusia mengelilingi ruangan itu. Sebuah tahta setinggi tiga kaki mendominasi dinding barat, dengan pipa organ tersembunyi di arah yang berlawanan. Dindingnya berupa kaleidoskop simbol kuno.. Mesir, Ibrani, astronomi, alkemi, dan lain-lain yang belum diketahui.

Malam ini, Ruang Kuil itu diterangi oleh serangkaian lilin yang diatur secara teliti. Cahaya redupnya hanya dibantu oleh seberkas cahaya bulan pucat yang masuk melalui oculus luas di langit-langit dan menerangi fitur paling mengejutkan di ruangan itu—altar yang sangat besar yang dibuat dari blok solid marmer hitam Belgia, dan terletak di tengah-tengah ruang persegi.

Rahasianya ada pada cara untuk mati, sang initiate mengingatkan diri sendiri.

“Sudah waktunya,” sebuah suara berbisik. Baca entri selengkapnya »

Schematics 2009

Schematics 2009

Teknik Informatika ITS mengadakan acara tahunan bertajuk Schematics 2009.
Acara ini meliputi National Logic Competition (NLC), National Programming Contest (NPC), National Seminar of Technology (NST) dan acara temu alumni (Reeva).

NLC .: The Creation of Logic :.
NLC atau National Logic Competition merupakan lomba untuk mengetes kemampuan logika yang dapat diikuti seluruh siswa SMA, SMP, bahkan SD di seluruh Indonesia. Lomba ini dapat diikuti secara beregu (1 tim = 3 orang) dan dilaksanakan secara offline (di Surabaya dan Malang) dan juga secara online bagi siswa yang tidak memungkinkan mengikuti penyisihan secara offline. Pendaftarannya dibuka 17 Agustus 2009 sampai 17 Oktober 2009 di Gedung Teknik Informatika ITS Surabaya dan SMAN 1 Malang, serta melalui official site Schematics 2009.
Penyisihan dilaksanakan pada 1 November 2009 secara online dan offline sedangkan babak perempat final, semifinal, dan final dilaksanakan pada 13 November 2009 di Graha ITS Surabaya.
Lomba ini memperebutkan total hadiah senilai Rp. 6.000.000
Bagi yang berminat, silakan menghubungi contact person
HP: Sukma 085732061731 atau Mery 08563740099
Email: email_nlc2009@yahoo.com
YM: ymnlc1, ymnlc2
website: http://schematics.hmtc-its.org

NPC .: Show Your Pride in Programming World :.
NPC atau National Programming Contest merupakan lomba pemrograman untuk siswa SMA, SMP, dan SD yang mengaku memiliki kemampuan pemrograman Pascal/C. Tidak berbeda dengan NLC, peserta lomba ini juga berupa grup/tim yang terdiri dari maksimal 2 orang. Pendaftaran juga dibuka mulai 17 Agustus sampai 17 Oktober secara offline di Gedung Teknik Informatika ITS dan online di website Schematics 2009. Lomba ini memperebutkan hadiah total senilai Rp 4.000.000
Bagi yang berminat, bisa menghubungi CP
HP: Dias 0857330201906 atau Dewi 087853262569
YM/Email: ymnpc1@yahoo.com, ymnpc2@yahoo.com
website: http://schematics.hmtc-its.org

NST .: Save Our World with Green Computing :.
Selain lomba untuk siswa SMA, SMP, sederajat, dalam rangkaian acara Schematics 2009 ini juga terdapat seminar teknologi berjudul National Seminar of Technology yang mengambil tema “Save Our World with Green Computing”. Keynote speaker seminar ini adalah Romi Satrio Wahono (pendiri ilmukomputer.com), Priyanto (Team Leader of ICT competency Standart for Teachers at Microsoft) dan HP Indonesia (perusahaan yang sudah menerapkan green computing).
Acara luar biasa ini akan diadakan pada hari Minggu, 18 Oktober 2009, pukul 9.00 – 16.00 WIB di Gedung Teknik Informatika ITS. Pendaftaran bisa dilakukan di Gedung Teknik Informatika ITS lt.1 atau secara online di website Schematics 2009
Jika Anda tertarik dengan acara seminar ini, Anda bisa menghubungi
HP: Wiryanto 08123187887 atau Amel 085746452200
Email: nst_schematics_09@yahoo.com
website: http://schematics.hmtc-its.org

PS: Biaya pendaftaran NPC, NLC, dan NST dapat dibayarkan ketika mendaftar offline atau bisa ditransfer melalui BNI Cabamg Urip Sumoharjo, Surabaya, a.n Danur Indri Utami dengan No Rekening 0128420056. Biaya pendaftaran NLC Rp. 60.000/tim; NPC 50.000/tim; NST Pelajar/Mahasiswa Rp. 70.000, Umum Rp. 100.000

In Memoriam

Andaikan aku hidup di Dunia Harry Potter, aku ingin bisa Parseltongue. Mungkin dengan kemampuan itu, aku bisa mengalahkan ketakutanku pada ular dan mungkin menolong orang yang harus berurusan dengan ular.

Empat puluh hari yang lalu, kurang atau lebih, temanku baru saja meninggal karena digigit dan terkena racun ular.

Aku tahu, kita tidak seharusnya membicarakan orang yang telah meninggal. Tapi tulisan ini aku buat semata-mata untuk menghormati dirinya.

Dia teman yang baik dan tulus dalam membantu.

Dia juga salah satu orang yang aku kenal paling awal di Teknik Informatika ketika masih jamannya OMB—ketika aku dan teman-teman 2008 masih belum kenal satu sama lain. Tak terhitung berapa banyak kebaikan yang ia berikan kepadaku dan kepada angkatan 2008.

Aku masih ingat kenangan terakhirnya. Dia minta diantarkan ke toko buku, Togamas, beberapa hari sebelum dia meninggal untuk membeli buku Edensor dan Maryamah Karpov. Buku itu akan diberikannya kepada adiknya.

Dan kepergiannya mengingatkanku dan juga teman-teman bahwa suatu saat kita pun akan mati. Hanya masalah waktu saja kapan hal itu akan terjadi. Kita berjalan di atas muka bumi ini—kita kuliah, kerja, makan, minum—namun kita jarang ingat akan mati. Dan pertanyaan besarnya adalah, “Apakah kita siap mati? Dan apakah kita sudah cukup bekal untuk menuju alam lain setelah kita mati?”

Banyak orang bersedih dan menangis ketika temanku ini menghembuskan nafas terakhirnya. Dan lebih banyak lagi orang yang melayat dan menghadiri pemakamannya. Dan ini membuatku berpikir, bagaimana nantinya jika aku mati? Apakah banyak orang yang hadir di pemakamanku? Apakah ada orang yang hadir? Dan apakah makamku akan sering dikunjungi? Atau hanya dikunjungi ketika Ramadhan akan tiba? Allahu a’lam.

Yang jelas, Firdaus meninggalkan banyak kenangan manis bagiku dan bagi teman-teman. Dan kepergiannya juga mengingatkanku akan banyak hal.

Selamat jalan, Daus. Farewell, friend. Terima kasih atas semua kenangan yang telah kau berikan. Semoga Allah menempatkanmu di tempat yang namanya sesuai dengan namamu.

« Entri lama