RSS

[Review] City of Masks – Mary Hoffman

27 Feb

Judul: City of Masks
Seri: Stravaganza #1
Penulis: Mary Hoffman
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Editor: Richanadia
Penerbit: Mizan Fantasi
Terbit / Halaman: Cetakan I, Oktober 2011 / 442 Halaman
Genre: Fantasy – Time Travel

Apa yang kamu lakukan jika bisa pergi ke Venesia, Italia pada masa Renaissance dengan sebuah buku?

Lucien adalah remaja Inggris biasa yang mengidap kanker parah. Melalui sebuah buku kuno yang dibelikan ayahnya, ia bisa melakukan perjalanan lintas ruang (dan waktu) melalui mimpi ke Belleza, sebuah kota yang menyerupai Venesia, Italia abad 16. Masalahnya, dia datang di Belleza pada hari Giornata Vietata, hari terlarang bagi penduduk non pribumi untuk berada di Belleza.

Belleza adalah salah satu kota di negeri Talia, negeri yang menyerupai Italia abad 16. Belleza waktu itu diperintah oleh seorang Duchessa bernama Silvia. Akibat insiden yang dialami Duchessa sebelumnya, gadis yang sudah berusia 16 tahun dan yang belum menikah diwajibkan memakai topeng. Selain merujuk pada julukan Venesia, mungkin gara-gara itu ya buku ini berjudul City of Masks.

Karnaval Topeng Venesia - Sumber: Wikipedia

Tiap tahun, ratu merekrut pemuda-pemuda tampan untuk dijadikan mandolier–pengemudi mandola. Dan karena suatu ketidaksengajaan, Lucien kemudian direkrut menjadi mandolier. Namun dia berhasil diselamatkan dari kewajiban itu ketika dia bertemu dengan Rodolfo, ilmuwan Belleza yang dekat dengan ratu, yang ternyata juga seorang Stravagante. Lucien kemudian menjadi murid Rodolfo dan belajar mengenai Stravagation. Selama di Belleza, Lucien juga bersahabat dengan Ariana, gadis dari pulau seberang yang menyelamatkan Lucien pada hari kedatangannya di kota tersebut.

Konflik mulai muncul ketika salah satu anggota keluarga di Chimici (keluarga yang menguasai sebagian besar Talia) mengetahui bahwa Lucien & Ariana bukan penduduk Belleza namun mereka datang ke sana pada hari Giornata Vietata. Ia berniat memanfaatkan informasi ini untuk membahayakan Lucien, Ariana, dan sang ratu, serta merebut Belleza.

Di buku ini banyak tokoh dan subplot yang diceritakan penulisnya. Sampai separuh awal buku, saya masih agak bingung mau dibawa kemana cerita dan konfliknya. Ceritanya tidak hanya seputar perjalanan lintas ruang waktu Lucien dan cerita intrik di keratuan Belleza. Jadi kalau nggak fokus pas baca atau sering ditinggal-tinggal, kayaknya bakalan bingung dengan banyaknya sudut pandang tersebut.

Mary Hoffman juga sepertinya cinta sekali pada Italia sehingga dia banyak mendeskripsikan negeri itu di buku ini. Nggak salah-salah juga sih, tapi kadang ada deskripsi yang rasanya nggak terlalu penting (ke cerita, maksudnya). Di bagian awal buku, saya sempat bingung karena banyak istilah dan nama-nama tokoh berbau Italia, tapi terlepas dari itu, saya menikmati cerita City of Masks ini🙂

Menurut catatan penulis, Stravagation adalah ilmu untuk menjelajah ruang dan waktu dengan sebuah jimat. Pelakunya disebut dengan Stravagante (jamak: Stravaganti). Perjalanan tersebut dilakukan selama pelakunya tidur. Di buku ini, perjalanan yang pernah terjadi adalah antara Inggris abad 21 dan Talia (negeri yang mirip Italia) abad 16. Menurut buku ini, Stravagante pertama adalah William Dethrige, tokoh yang terinspirasi dari John Dee (alkemis Inggris abad 16 yang katanya merupakan 007 yang asli; tokoh yang menjadi antagonis utama di seri Nicholas Flamel).

Walaupun masih ada beberapa pertanyaan yang mengganjal, secara keseluruhan, buku ini cukup bagus untuk buku pertama dari sebuah seri. Tiga setengah bintang untuk ceritanya, digenapkan jadi empat bintang karena cover dan terjemahan edisi Indonesia-nya yang bagus. Makasih Mbak Rini untuk bukunya🙂

***

Cover 5 buku pertama seri Stravaganza

City of Masks adalah buku pertama dalam seri Stravaganza. Sampai saat ini, di negara aslinya sudah ada lima buku dalam seri Stravaganza dengan buku keenam akan terbit tahun 2012 ini. Judul masing-masing buku merujuk pada pada satu kota yang ada di Talia dengan tokoh utama yang berganti-ganti tiap buku. Masing-masing kota di Talia memiliki ekuivalen di Italia, misalnya Belezza – Venesia (City of Masks), Remora – Siena (City of Stars), Giglia – Florence (City of Flowers). Dan di dunia Talia itu sendiri ada 12 kota. Semoga penulisnya nggak berencana membuat satu buku untuk satu kota. Capek juga baca seri yang lebih dari lima buku. Di Indonesia baru buku pertama yang diterjemahkan.

Anyway, walaupun tidak disebutkan di buku ini, di Venesia sendiri tiap tahun diadakan karnaval topeng. Gambar-gambarnya bisa disimak di Karnaval Topeng Venesia. Cuplikan video karnaval topeng tahun 2011 bisa dilihat di bawah ini.

 
Leave a comment

Posted by on February 27, 2012 in Review

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: